Uncategorized

Kementrian Kelautan Bangun Cold Storage di Brondong Lamongan

cold storage lamonganKementrian Kelautan Bangun Cold Storage di Brondong Lamongan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tahun ini membangun gudang pendingin (coldstorage) di Pelabunan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Lamongan dengan kapasitas sebanyak 1.500 ton. Peletakan batu pertama direncanakan Mei mendatang. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (PPHP) Saut P Hutagalung mengatakan, dipilihnya PPN Brondong karena di Jatim banyak industri pegolahan perikanan.

Jatim juga sebagai eksportir produk perikanan terbesar di Indonesia, dan selama ini adalah pemasok ikan ke beberapa provinsi di Indonesia. “Jika coldstorage dibangun di PPN Brondong maka distribusi ke daerah lain mudah, dan akan mengurangi impor ikan,” kata Hutagalung ketika ditemui di Hotel Novotel, Surabaya, kemarin (25/2).

Baca:  Kasus Mirna, Banyak Pengamat Sok Tahu dan Publikasi yang Tak Bernurani

Dijelaskan dia, tahun ini KKP meluncurkan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). Program ini sebagai upaya KKP untuk mempercepat distribusi ikan dari daerah lain di Indonesia. Sebagai perwujudan dari program SLIN ini, kata Hutagalung, dilakukan pembangunan coldstorage di empat pelabuhan di Indonesia, yaitu di Ambon dengan kapasitas 250 ton. Kemudian di Kendari dengan kapasitas 500 ton, PPN Brondong Lamongan dengan kapasitas 1.500 ton, dan di Jakarta dengan kapasitas 2.000 ton dengan total investasi mencapai Rp 60 miliar.

Dengan coldstorage itu, ikan hasil tangkapan nelayan dari Ambon dan Kendari akan mudah disimpan yang kemudian didistribusikan ke Brondong Lamongan dan Jakarta. Sedangkan pengangkutannya diserahkan ke swasta yang tergabung di Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), atau armada pelayanan nasional.

Baca:  Rupiah Salah Satu Mata Uang Paling Tidak Berharga di Dunia

“Dari program SLIN ini diharapkan pelayaran nasional ikut tumbuh dan berkembang,” jelas Hutagalung. Menurut dia, tahun 2012 produksi ikan Indonesia mencapai 15,27 juta ton. Dari jumlah itu sekitar 70 persen dikonsumsi dalam negeri, dan 30 persen diekspor. Sedangkan impor ikan nasional tahun 2012 sekitar 11 persen dari total ekspor ikan nasional.

Untuk tahun 2013, produksi ikan nasional diperkirakan sebanyak 18 juta ton. Komposisinya diperkirakan sama dengan tahun 2012. “Untuk produksi ikan tangkap sulit ditingkatkan dalam jumlah besar, karena tidak ada penambahan armada kapal milik nelayan,” ujarnya. (za/hen/radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman