Home » Hikmah Islam » Kemurkaan Langit dan Bumi Karena Mengatakan Allah Mempunyai Anak

Kemurkaan Langit dan Bumi Karena Mengatakan Allah Mempunyai Anak

langit dan bumi

Seperti yang kita ketahui, salah satu dari bentuk akidah Nasrani atau Kristen adalah menyatakan bahwa Nabi ‘Isa atau Yesus itu adalah anak Tuhan bahkan Tuhan. Mereka telah menyembah dan mengatakan bahwasannya Yesus itu adalah Tuhan. Astaghfirullah. Sesungguhnya telah tersesatlah orang yang berbuat dan mengatakan demikian sejauh-jauhnya. Padahal Nabi ‘Isa menentang itu sendiri

 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (Q.S. Al-Maa’idah : 116)

 

Mereka juga mengatakan bahwa Yesus itu adalah anak Tuhan, bahkan menganggap bahwa Yesus tidak diciptakan, akan tetapi anak Tuhan yang dilahirkan. Seakan-akan Tuhan telah berhubungan badan dengan Maryam dan menghasilkan bayi yaitu Yesus. Astaghfirullah. Atas dakwahan dan ucapan mereka ini semua makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan benda mati sangat murka karena itu. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini.

 

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. (Q.S. Maryam : 89-91)

 

Bayangkan wahai saudara-saudaraku, langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung-gunung hampir runtuh karena ucapan mereka yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak. Mungkin kita tidak bisa melihat kemurkaan mereka, tetapi memang nyatanya mereka amat murka atas itu. Langit, bumi dan gunung-gunung serta semua seisi langit dan bumi ini akan sangat marah jika Tuhan mereka yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dikatakan memiliki anak. Padahal Allah sudah menentang dan melaknat ucapan mereka.

 

Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (Q.S. Maryam : 92)

 

Sudah seharusnya kita menyembah Allah Yang Maha Esa, Tuhan yang tidak memiliki istri dan anak. Jadikanlah ayat ini sebagai renungan bagi kita saudaraku.

 

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. At-Taubah : 31)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *