Home » Gresik » Politik Gresik » KH Mahfud Ma’sum dan KH Husnan Ali Pimpin PCNU Gresik

KH Mahfud Ma’sum dan KH Husnan Ali Pimpin PCNU Gresik

KH Mahfud Ma’sum dan KH Husnan Ali Pimpin PCNU Gresik. Duet KH Mahfud Ma’sum dan KH Husnan Ali terpilih secara aklamasi menjadi rois syuriah dan tanfidz NU Gresik dalam konfercab yang digelar di Ponpes Ihyaul Ulum, Dukun Gresik, Minggu (21/08/2016).

Kedua kyai tersebut terpilih memimpin NU Gresik periode 2016-2021. Pelaksanaan konfercab berlangsung sangat istimewa. Pasalnya, dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH. Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, dan KH.Ali Masyhuri pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo serta Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

pcnu-gresik-2016

“Konfercab NU sangat berbeda dibanding daerah lain. Sebab, baru pertama kali saya dan Gus Ali datang hadir menyaksikan pelaksanaan Konfercab NU Gresik,” tutur KH. Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Baca:  LSM Pudak Gresik Menagih Janji Kampanye Sambari - Qosim

Hal senada juga dikemukakan oleh KH.Ali Masyhuri atau Gus Ali. Menurutnya, dalam sejarah belum ada dalam konfercab, dia dan KH. Mutawakkil datang bersamaan di Ponpes Ihyaul Ulum.

“Bagi saya Konfercab NU Gresik sangat istimewa. Sebab, 97 persen masyarakatnya mayoritas NU,” paparnya.

Pelaksaan Konfercab NU tergolong sangat singkat. Gus Ipul mengumumkan sejumlah nama kyai yang akan dicalonkan. Namun, akhirnya mengerucut dua nama yakni KH.Mahfud Ma’sum dan KH. Husnan Ali yang terpilih aklamasi.

Usai terpilih, KH. Mahfud Ma’sum berjanji membenahi struktur organisasi NU Gresik yang sempat tersekat-sekat. Bahkan, sebelum pelaksaan konfercab ada penundaan karena banyak struktur MWC yang kedaluwarsa. “Saya mohon dukungannya mulai dari MWC hingga ranting,” ungkapnya.

Baca:  Caretaker PKB Gresik Masih Galau dalam Melangkah

Sebelum Konfercab NU Gresik ditutup, KH. Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah berpesan supaya posisi NU dibenahi. “Kalau bisa cari pengurus NU yang pengusaha, jangan yang pengangguran supaya bisa mandiri,” pungkasnya.

Pasangan ini memperoleh dukungan aklamasi karena menjadi simbol kompromi antara dua kelompok yang selama ini tarik-ulur di PCNU Gresik.

“PBNU mengamanatkan pada saya untuk menggelar konferensi dengan prinsip Musyawarah dan Mufakat,” ungkap Ketua Tim karateker PCNU Gresik, Saifullah Yusuf. Setelah sebelumnya, Ia bermusyawarah dengan para Ulama, untuk menggelar Konferensi Cabang (Konfercab).

Sebenarnya, akibat dinamika politik, Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik, sempat tertunda sebanyak dua kali.

Menurut Gus Ipul, dinamika dalam kepengurusan Cabang NU Gresik dimulai saat ketua Tanfidziyah, Khusnul Khuluq mengundurkan diri untuk mencalonkan diri dalam Pemilukada 2015 silam.

Baca:  Sidang Gugatan Berkah di Pilkada Gresik Dilanjut Selasa

“Pelaksana tugas kepengurusan NU Gresik yang kemudian menggelar konferensi tidak memiliki SK yang sah karena SK (surat keputusan, red)-nya kadaluarsa, sehingga PBNU menunjuk saya sebagai ketua karateker,” tambah Gus Ipul.

Untuk diketahui, sebelum Konfercab NU Gresik ke-2 ini, ada 2 pasang kandidat Rais Syuriah-Ketua Tanfidziyah yang muncul. Mereka adalah duet KH. Afif Ma’sum-Moh Thoha dan duet KH.Mahfudz Ma’sum-Mulyadi. Namun pada perkembangannya, muncul duet kandidat KH. Mahfud Ma’sum dan KH Husnan Ali. (*)

Kata Pencarian:

Tanfid nu gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *