Home » Uncategorized » Kiriman TKI Jatim Mencapai Rp. 500 Miliar
uang tki jatim

Kiriman TKI Jatim Mencapai Rp. 500 Miliar

Kiriman TKI Jatim Mencapai Rp. 500 Miliar. Peredaran uang di Jatim dipastikan makin meningkat tajam selama Lebaran tahun ini. Selain karena Lebaran ini berdekatan dengan moment pelaksanaan Pilgub Jatim 2013 dan pemilihan legislatif (Pileg) 2014, jumlah kiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jatim juga meningkat drastis.

Bahkan, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim memprediksikan pengiriman (remiten) uang TKI asal Jawa Timur pada Lebaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan hingga 30 persen dari remintensi tiap bulannya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakertransduk Jatim Hary Soegiri, kemarin. Menurut Hary Soegiri, pada hari biasa remiten TKI berkisar Rp 342 miliar per bulan. Dengan kenaikan sekitar 30 persen, kata Hary Soegiri, remiten uang mencapai sekitar Rp 445 miliar atau hampir tembus
sampai Rp 500 miliar.

Baca:  PKS Jatim Komitmen Sumbang 2 Juta Suara Untuk KARSA

“Jadi, angkanya diprediksi meningkat dari bulan biasanya. Dari jumlah itu, kiriman uang terbanyak terpantau dari negara penempatan Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Singapura,” beber Hary Soegiri. Angka tersebut, lanjut Hary Soegiri, jika dilihat secara komulatif selama bulan Januari hingga bulan Juli 2013 ini, remitensi masuk yang tercatat di Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 2,394 triliun.

Jumlah yang ada tersebut, kata Hary, bisa saja lebih besar dari data yang ada, karena banyak dari TKI yang mengirimkan ke keluarganya tidak melalui bank, melainkan melalui jasa di luar bank, seperti pegadaian dan lainnya.

Seiring meningkatnya uang kiriman TKI yang masuk ke Jawa Timur tersebut, kata dia, maka dimungkinkan arus mudik TKI dari luar negeri ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda, juga akan mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 lalu, beber dia, TKI yang pulang melalui Bandara Juanda mencapai 76.807 ribu TKI, dengan rata-rata per bulan ada sebanyak 6,300 TKI. “Mereka pulang, ada yang karena memang karena
kontraknya habis, juga ada yang karena cuti,” ucap dia.

Di Lebaran ini, tambah dia, diprediksi naik sekitar 30 persen, atau sebanyak 8.200 TKI asal Jatim pulang ke daerah asal. Disinggung soal langkah antisipasi atas lonjakan arus mudik TKI tersebut, ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan posko di beberapa titik, salah satunya di Bandara Juanda. 

Baca:  Sumur Gas di Bojonegoro Mengalami Kebocoran

Demikian juga di Pelabuhan Tanjung Perak juga akan didirikan posko. Poskoposko itu, tambah dia, akan diisi oleh aparat keamanan dan dari Dinas Tenaga Kerja. Tujuannya memberikan perlindungan dan keamanan bagi TKI yang pulang kampung. “Persiapan Lebaran tahun ini tidak ada perbedaan dengan Lebaran tahun lalu,” ucap dia.

Tapi, kata dia, pada Lebaran tahun ini pihaknya akan lebih mengoptimalkan kinerja dengan membuat suatu inovasi maupun kreasikreasi yang kesemuanya berbasis pada pelayanan masyarakat, pelayanan pekerja maupun pelayanan dunia ketenagakerjaan. Data tersebut tentu cukup menggembirakan bagi masa depan Jatim. Karena keberadaan TKI selama ini punya peranan sangat penting terutama dalam memacu perekonomian daerah asal. (rou/nis/het/radarsby.com)

Baca:  DHL Kembangkan Sayap Bisnis di Surabaya

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *