Home » Uncategorized » Kisruh Terminal Osowilangun Membuat DPRD Surabaya Gerah
dprd surabaya
radar surabaya

Kisruh Terminal Osowilangun Membuat DPRD Surabaya Gerah

dprd surabaya
radar surabaya

Kisruh Terminal Osowilangun Membuat DPRD Surabaya Gerah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dideadline sampai 28 Februari 2013 untuk bertindak tegas menertibkan Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) masuk TOW (Terminal Osowilangun). Desakan itu disampaikan Komisi C DPRD Kota Surabaya ketika menyikapi belum kunjung adanya penertiban dari Dishub.

Komisi yang membidangi pembangunan ini menganggap Dishub Surabaya tidak mampu menjalankan tugas. Akibatnya bus AKAP pantura yang harusnya masuk Terminal Osowilangun malah berhenti dan mangkal di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sachiroel Alim bahkan mengancam akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas pergantian Kadishub karena dianggap tidak mampu. “Masalah ini harus segera diselesaikan karena menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan. Kalau nggak mampu terus terang kita usulkan untuk mengganti pejabat Dishub,” ujar Sachiroel Alim, kemarin.

Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini menambahkan seharusnya Dishub Surabaya mengawal surat keputusan Dirjen Perhubungan Pusat yang menyatakan bus AKAP diharuskan pindah jalur trayek dari Purabaya ke Terminal Osowilangun. “Padahal jelas perintah Dirjen dan Ombudsman semua harus masuk Terminal Osowilangun. Ada apa ini?,” tanyanya. Sebenarnya sejak tanggal 1 Mei 2012, Dirjen Perhubungan Pusat memutuskan trayek bus AKAP jalur pantura pindah trayek ke Terminal Osowilangun dari sebelumnya di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.

Baca:  Kadin Jatim dan Alfamart Memberi Pelatihan 1.000 Tenaga Kerja

Namun, ternyata pemindahan itu hanya berlangsung beberapa jam karena awak bus menolak dengan alasan fasilitas tidak lengkap. Namun meski fasilitas sudah dipenuhi ternyata bus AKAP Pantura juga tetap enggan masuk Terminal Osowilangun. Di satu sisi Dishub terkesan membiarkan bus AKAP yang masuk ke terminal Purabaya.

“Kenapa kok dibiarkan mereka masuk lagi ke Purabaya. Kalau tidak mampu mendingan kita ganti saja pejabat dishubnya,” tegas pria yang akrab di panggil Alim ini. Untuk itu, pihaknya memberikan batas waktu hingga 28 Februari agar Dishub memindahkan seluruh trayek bus AKAP Pantura dari Purabaya ke Terminal Osowilangun.

Baca:  Demo di Tuban Ajak Warga Boikot Pilkada Tuban 2015

Sekretaris Dishub Surabaya Dedik Irianto mengatakan menerima batas waktu tanggap 28 Februari yang diberikan Komisi C DPRD Kota Surabaya. “Ya kami sanggup menjalankan. Tapi kita tetap minta persetujuan pimpinan,” kata Dedik yang saat itu mewakili Kadishub Eddi saat Hearing dengan Komisi C. Sedangkan Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald mengatakan pihaknya menolak jika dikatakan membiarkan bus AKAP yang seharusnya masuk Terminal Osowilangun kembali ke Purabaya.

Dia mengaku bahwa awak bus memegang dua izin trayek yaitu Purabaya dan Terminal Osowilangun sehingga tidak bisa ditindak. “Izin trayek mereka di Purabaya belum dicabut, jadi kita tidak bisa menindak. Namun semuanya menunggu perintah pimpinan apakan ditindak atau tidak,” tuturnya. Sedangkan terkait batas waktu maksimal tanggal 28 Februari agar seluruh awak Bus AKAP masuk Terminal Osowilangun nampaknya disikapi terbuka oleh sopir.

Baca:  Pasangan Mesum Tanpa Busana Digelandang Polres Jombang

Sementara itu sekretaris Paguyupan Pekerja Terminal Osowilangun Supari mendukung langkah Dishub agar mentertibkan bus AKAP Pantura masuk Terminal Osowilangun. Pihaknya juga berjanji memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang untuk kemajuan Terminal Osowilangun. “Saya harap keputusan ini bisa menjadi dasar agar Dushub mau menjalankan komitmen sesuai perintah Dirjen Perhubungan,” pungkasnya. (rud/het/Radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments