Home » Gresik » Peristiwa » Konflik Desa Sumur Ber Kecamatan Panceng Memanas
demo sumurber
foto:YUDI/FIRMANSYAH RADAR GRESIK

Konflik Desa Sumur Ber Kecamatan Panceng Memanas

demo sumurber
foto:YUDI/FIRMANSYAH RADAR GRESIK

Konflik Desa Sumurber Kecamatan Panceng Memanas. Dugaan tindakan Asusila yang dilakukan oleh kepala desa Sumur Ber terus menghangat. Puncaknya adalah ketika ratusan warga setempat berunjukrasa di balai desa setempat, Senin pagi pukul 10.00. Mereka menuntut Kades Sumur Ber, Ahmad Syafii dicopot. Aksi demo kali ini berlangsung panas karena dibarengi aksi serupa yang dilakukan massa pro kades.

Massa yang kontra memaksa untuk masuk ke balai desa. Tetapi, petugas yang memasang pagar betis berhasil menghadang massa yang hendak menerobos.  Massa sempat mundur sesaat. Kemudian mereka kembali memaksa masuk ke balai desa. Tak pelak, bentrokan kembali pecah. Petugas mengalah sehingga massa berhasil menerobos masuk halaman balai desa.

Baca:  Warga Sumur Ber Blokir Jalur Pantura

Dalam aksi demo massa terbagi menjadi dua, massa kontra dan massa pro kades Sumur Ber. Massa pro kades berbaju hitam sedangkan massa anti kades memakai baju putih.  Antara massa pro dan kontra Kades Sumur Ber hanya dipisahkan barikade polisi. Sehingga, riskan terhadap bentrokan yang meluas karena saling berhadap-hadapan.

Warga yang kontra kades Sumur Ber sambil berorasi diatas mobil untuk masuk ke balai desa. Mereka jumlahnya lebih besar karena puluhan TKI asal Desa Sumurber yang bekerja di Malaysia sengaja pulang untuk bergabung dalam unjuk rasa melengserkan Kades Achmad Syafii. Pemicu unjuk rasa yakni kasus dugaan pencabulan oleh Kades Sumur Ber Imam Syafii yang kasusnya tidak berlanjut di penyidikan.

Baca:  Sumur Minyak Ilegal Sekarkurung Gresik Ditutup Pemkab

Namun, menurut Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Muhammad Nur Hidayat kepada wartawan, bahwa, kasus dugaan pencabulan Kades Sumur Ber, secara hukum belum terbukti dan masih terus diselidiki.  Wakapolres Gresik, Kompol Kholilurrahman yang memimpin langsung pengamanan unjukrasa di Sumurber dengan kekuatan 100 personel polisi.

Akhirnya, polisi berupaya melakukan mediasi dua kelompok warga yang berseberangan. Sayangnya, tidak dihadiri oleh perwakilan dari Pemkab Gresik.  Sebulan silam, unjukrasa serupa sudah terjadi di Sumur Ber dengan tuntutan yang sama. Namun, tidak ada penyelesaian konkrit. Alhasil, massa kembali bergerak dengan tuntutan yang sama. (gresiksatu)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *