Home » Jawa Timur » Kredit UMKM Jatim Meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan

Kredit UMKM Jatim Meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan

bisnis ukmKredit UMKM Jatim Meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan. Perbankan di Jatim terus memberika dukungan terhadap perkembangan UMKM dengan terus meningkatkan penyaluran kredit untuk skala usaha ini. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit UMKM di Jatim pada Triwulan III/2013 mencapai Rp 79,16 triliun atau tumbuh 24,37% (yoy).

“Searah dengan pertumbuhan ekonomi Jatim, pertumbuhan penyaluran kredit UMKM oleh perbankan diperkirakan akan terus tumbuh positif. Jumlah UMKM yang sangat banyak di Jatim menunjukkan bahwa peluang perbankan dalam penyaluran kredit di sektor ini masih sangat luas,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim, Dwi Pranoto, kepada wartawan, Jumat (29/11/2013).

Proporsi penyaluran kredit UMKM oleh bank umum di Jatim masih didominasi oleh Bank Pemerintah sebesar 58% dengan jumlah nominal mencapai Rp 45,99 triliun. Bank swasta menyumbang proporsi terbesar kedua dengan prosentase sebesar 41% dan nominal Rp 32,37 triliun. Proporsi penyaluran kredit UMKM terkecil adalah bank asing dengan nominal sebesar Rp 794 miliar dan prosentase 1% dari total kredit.

Baca:  Jatim Fair 2012 Dibuka Oleh Soekarwo

Ditinjau berdasarkan wilayahnya, kabupaten/kota dengan penyaluran kredit UMKM terbesar adalah Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Kota Surabaya mencatat penyaluran kredit UMKM terbesar dengan nominal mencapai Rp 33,45 triliun atau 41,62% dari total kredit UMKM Jatim. Kota Malang mencatat penyaluran kredit UMKM sebesar Rp 7,54 triliun atau skitar 9,38% dari total kredit UMKM Jatim. Kota Kediri menyalurkan kredit UMKM dengan prosentase sebesar 5,88%, dengan nominal sebesar Rp 4,72 triliun. Kabupaten Jember mencatat penyaluran kredit UMKM sebesar Rp 4,26 triliun atau 5,3%, dan Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp 2,3 Triliun dengan prosentase sebesar 2,86%.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim hingga akhir 2012, jumlah UMKM di Jatim mencapai lebih dari 6,8 juta UMKM dengan konsentrasi jumlah terbesar di kabupaten Jember, Malang dan Banyuwangi.

Baca:  Disperindag Jatim Gagas Blue Print Kendalikan Inflasi

Berdasarkan sektor usahanya, jumlah tersebut terdiri atas UMKM yang bergerak di sektor pertanian sebesar 60,25% dengan jumlah unit usaha sebanyak 4.112.443 usaha, dan sektor non pertanian sebesar 39,75% dengan jumlah unit usaha sebanyak 2.713.488 usaha.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, BI dan Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas dan kebijakan sebagai upaya pengembangan UMKM, antara lain dengan pembentukan PT Jamkrida (Lembaga Penjaminan Kredit Daerah), penyaluran kredit linkage, pemberian bantuan teknis/pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh pembiayaan dari perbankan dengan mengoptimalkan fungsi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB), pengembangan klaster komoditas potensial, serta Program Kerjasama Sertifikasi Tanah antara BI dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meningkatkan aksesibilitas kredit UMKM.

Baca:  Gus Ipul Sowan ke Kyai Khos NU, Pemanasan Menjelang Pilgub

“Upaya-upaya tersebut diharapkan mampu menjadi pendorong bagi industri perbankan di Jatim untuk terus meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM,” kata Dwi. (kabarbisnis)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *