Home » Nasional » Kritik Prabowo Diketawakan Anak SD

Kritik Prabowo Diketawakan Anak SD

Kritik Prabowo Diketawakan Anak SD. Pihak Istana Kepresidenan mengkritik pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang belakangan kerap menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pernyataan kritik Prabowo dinilai murahan.

“Anak SD kelas VI akan pasti tertawa mendengar karena pernyataan itu, pasti. Karena bagaimana mungkin pernyataan sampah, murah, keluar dari mulut tokoh seperti Prabowo. Kasihan,” ujar tenaga ahli kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Prabowo kembali menyerang Jokowi hari ini, yakni soal masalah utang negara. Ngabalin menilai wajar serangan kritik Prabowo.

“Memangnya orang merampok, hari ini orang bisa merampok dengan keterbukaan seperti ini. Tak masuk akal. Tapi tidak apa-apa dalam rangka menaikkan elektabilitas,” kata Ngabalin.

Sebelumnya Ketua Umum Partai GerindraPrabowo Subianto mengkritik utang Indonesia mencapai Rp 9.000 triliun. Utang itu berasal dari gabungan pemerintah, utang BUMN, dan utang lembaga keuangan.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan hanya mengatakan, jika tidak mengerti soal utang lebih baik tidak dibicarakan.

“Kalau nggak ngerti nggak usah diomongin lah, kita ini kan nggak bego-bego amat, tahu lah kita itu semua. Nggak usah,” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (25/6/2018).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, dari total utang yang digabung tersebut sudah memiliki tanggung jawab dari masing-masing entitas.

“Jadi yang kita bahas itu masalah apa sih? Kalau saya mau tanya ya, artinya di dalam mengelola seluruh perekonomian masing-masing entitas kan punya tanggung jawab. Jadi kalau dari sisi perekonomian, kita bisa saja membuat keseluruhan utang termasuk negara lain buat keseluruhan negara-negara perekonomian bisa utang rumah tangga, utang korporasi, utang BUMN, utang lembaga keuangan, pemerintah,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *