Home » Gresik » Peristiwa » Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan GKB Gresik
pembunuh warga gkb tertangkap

Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan GKB Gresik

Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan GKB Gresik. Setelah diburu selama 10 hari, pelaku pembunuhan Tri Indriatmoko, warga Jalan Bintan, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) ditangkap. Pelaku diamankan di pangkalan ojek di dekat SPBU Bunder.

Pelaku adalah M. Aris alias M. Ferdi alias Hanafi. Pria 22 tahun itu mencoba melawan saat hendak ditangkap. Dia mencoba menusuk polisi dengan pisau lipat yang dibawanya. Empat peluru terpaksa dilepaskan ke kaki korban untuk melumpuhkannya.

“Pelaku tidak kabur jauh. Dia mondar-mandir Surabaya, Gresik, Lumajang, dan rumahnya yang ada di Camplong, Sampang, Madura,” kata Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo kepada wartawan, Minggu (27/9/2015).

Polisi cukup kesulitan mendeteksi keberadaan pelaku karena pelaku tak punya tempat tinggal tetap. Pelaku biasa tidur di sembarang tempat termasuk di masjid, pasar, dan juga taman.

Ady mengatakan, Aris adalah pelaku kawakan sekaligus residivis. Aris bersama istrinya pernah diamankan Polsek Wonokromo pada tahun 2013 atas aksi curanmor yang dilakukannya. Keluar dari Rumah Tahanan Medaeng, pria yang lengannya penuh tato itu tak insyaf dan tetap melakukan kejahatan.

Sejumlah kejahatan yang pernah dilakukan dan dilaporkan oleh para korban adalah pada Desember 2013 membobol rumah di Perumahan BP Randuagung denga hasil tas berisi uang dan HP. Pada Desember 2013, Aris menggelapkan motor Yamaha Mio milik korban yang bernama Edi.

Pada 27 Agustus 2015, Aris melakukan pencurian di Masjid Agung Gresik dengan hasil 3 ponsel dan uang Rp 600 ribu. Pada 9 September 2015, melakukan pencurian di Perumahan GKB dengan hasil 1 ponsel dan uang Rp 9 juta.

“Kami yakin masih ada banyak TKP kejahatan yang dilakukan pelaku, namun belum dilaporkan.” lajut mantan Kapolres Bojonegoro ini.

Ady lalu menceritakan kronologi kejadian berdasarkan pengakuan Aris. Sebelum melakukan aksi terakhirnya, Aris pada 15 September 2015 sekitar pukul 18.00 WIB membeli pisau lipat warna biru hitam di alun-alun Gresik. Aris kemudian naik becak ke arah pasar dan dilanjutkan naik angkot menuju ke Bundaran GKB. Aris tiba di GKB pukul 20.00 WIB

Dari situ Aris mulai berpikir untuk melakukan pencurian. Sambil menunggu waktu dini hari, Aris duduk-duduk di taman Bundaran GKB. Setelah waktu menginjak dini hari, Aris selama ini acak dalam menentukan sasaran. Karena itu dia lalu berjalan ke Jalan Sumatra, kemudian menuju Jalan Raya Belitung, lalu menuju ke Jalan Bintan

Aris lalu berhenti di depan rumah korban. Dilihatnya lantai dua bagian depan rumah korban gelap namun ada cahaya keluar dari jendela yang terbuka. Aris lalu memanjat pagar depan rumah di atas garasi mobil untuk masuk ke lantai dua. Setelah sampai di atas, Aris melepas tas dan sandal lalu masuk melalui jendela.

Di dalam rumah, Aris turun. Di kamar anak korban, Aris melihat ada ponsel tergeletak. Aris masuk dan mengambilnya. Aris kemudian beranjak ke ruang tamu. Di situ dilihat ada ponsel tergeletak di meja yang segera diambil. Aris lalu berkeliling untuk mencari barang berharga lainnya.

Sial, kaki Aris menabrak vas bunga. Suara vas bunga yang jatuh membangunkan korban yang segera keluar dan memergoki ada orang lain masuk ke rumahnya. Korban yag menjabat sebagai Manager Perencanaan dan Pengendalian Penjualan PT Petrokimia Kayaku itu segera menghampiri Aris dan memukul bahunya sambil berteriak ‘maling, maling’. Seketika Aris berbalik badan, mengeluarkan pisau lipat yang dibawanya dan menusuk sebanyak tiga kali ke dada korban dan sekali di pelipis korban.

Istri dan anak korban yang bangun karena mendengar suara ribut segera berteriak ‘maling, maling’ sehingga membuat Aris mengambil langkah seribu. Korban sendiri menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik. “Tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun,” tandas Ady.(detik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *