Home » Uncategorized » Lahan Pertanian Jatim Semakin Tergerus Infrastruktur
lahan pertanian

Lahan Pertanian Jatim Semakin Tergerus Infrastruktur

lahan pertanianLahan Pertanian Jatim Semakin Tergerus Infrastruktur. Perkembangan infrastruktur jatim turut berperan mengikis lahan pertanian di Jawa Timur. Berbagai insfrastruktur yang banyak mengalihfungsikan lahan pertanian adalah kawasan perumahan, industri, pergudangan, dan juga jalan.

Menurut Soekarwo, selama tahun 2012, tanah pertanian Jatim berkurang seluas 44 ribu hektar atau sekitar 0,7 persen dari total luas lahan. Meski lahan berkurang namun produksi pertanian tetap meningkat. Bahkan untuk tahun 2013, Soekarwo bertekad menjadikan Jawa Timur (Jatim) surplus produksi beras menjadi 4,9 juta ton.

Untuk mencapai target itu, lanjut dia, konsumsi beras untuk warga Jatim dikurangi dengan beralih ke makanan lain. Jika tahun 2012 konsumsi warga Jatim rata-rata 91 kilogram beras per jiwa dalam setahun. Tahun 2013 ditargetkan bisa turun menjadi 87 kilogram per jiwa setahun.

Baca:  Tanah Milik 68 Warga Akan Kena Pembebasan Gas JTC

“Tahun 2012 konsumsi beras untuk Jatim sebanyak 3,4 juta ton,” kata Soekarwo. Selain mengurangi konsumsi beras, juga dilakukan penggunaan bibit unggul dan menaikkan indeks pertanian dengan membangun infrastruktur di kawasan pertanian. Seperti jalan, pembinaan pada petani, dan penyediaan obat-obat pertanian Jatim.

“Perubahan peruntukan lahan pertanian tidak bisa dihindari. Khususnya di kawasan Gresik-Bangkalan- Mojokerto-Surabaya- Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertasusila). Banyak investasi baru dikawasan itu, dan terjadi perluasan kawasan industri. Baik investor asing, lokal, dan non fasilitas,” jelas dia.

Menurut Soekarwo, sampai triwulan III/2012 realisasi investasi di Jatim sebesar Rp 92,03 triliun, dan sampai akhir tahun ini diperkirakan sebesar Rp 131 triliun. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim diperkirakan mencapai Rp 784 triliun. “Yang menggembirakan adalah perdagangan antarpulau surplus sebesar Rp 50 triliun. Surplus inilah yang menggerakkan ekonomi Jatim,” papar Soekarwo. (radarsby.com/ edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *