Politik Gresik

LKPj Bupati Gresik Diterima Meskipun Diwarnai Aksi Walk Out

Berita Gresik

DPRD Gresik – Setelah diwarnai aksi mogok pada rapat paripurna sebelumnya yang emgakibatkan gagalnya rapat paripurna pertama. Sidang paripurna pengesahan Raperda (rancangan peraturan daerah) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2011 kemarin berjalan panas. Selain tidak dihadiri belasan anggota dewan, seluruh anggota F-PPP menolak dan memilih walk out dari ruang sidang.

Kendati demikian, paripurna menyetujui LKPj Bupati Gresik  2011. Rapat paripurna ulang sedianya dimulai pukul 10.00. Namun baru dapat dilaksanakan pada pukul 12.30. Penyebabnya badan musyawarah (banmus) secara mendadak menggelar rapat. Informasinya, materi rapat terkait jadwal kocokulang pimpinan alat kelengkapan dewan serta pelaksanaan bimbingan teknis (bintek) bagi anggota dewan.

Bamus juga ingin memastikan jika persoalan ini tidak lagi menjadi sandungan sehingga terjadi aksi boikot kembali. Seolah segala persoalan telah diselesaikan di rapat bamus. Buktinya sikap fraksi melunak setelah sebelumnya melakukan aksi boikot.

Baca:  Panwaslu Gresik Selidiki Stiker Ajakan Golput

Mereka adalah Fraksi Partai Demokrat (F-PD), Fraksi Partai Kabangkitan Bangsa (F-PKB), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) dan Fraksi Partai KebangkitanNasional Ulama (F-PKNU), akhirnya menerima dan mengesahkan menjadi Perda tentang LPj Pelaksanaan APBD Tahun 2011 dalam
rapat paripurna, kemarin. Hanya F-PPP yang sikap politiknya konsisten. F-PPP dalam pendapat akhir (PA) fraksi secara tegas tidak dapat menerima
LPj Pelaksanaan APBD Gresik Tahun 2011.

Sebab, banyak ditemukan permasalahandalam penggunaan anggaran. Bahkan, anggota dewan dari FPPP melakukan aksi walk out.  “Kami  melakukan walk out kalau tetap dipaksakan untuk disyahkan,”ujar anggota dewan dari F-PPP, Mustakim dalam interupsinya. Pimpinan sidang yakni Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim mempertegas kepada anggota dewan dari F-PPP dalam melakukan walk out sebelum untuk pengambilan keputusan atau sesudah pengambilan keputusan.

Baca:  Kepala Dinas Pendidikan Gresik Bantah Pungli Daftar Ulang

“Mohon maaf, sebelum pengambilan keputusan, kami walk out,” timpal anggota F-PPP lainnya, H. Asy’ari dengan lantang. Selanjutnya, Zulfan Hasyim berkomentar walk out merupakan hak anggota. Tidak ada satu pihak pun yang bisa mengintervensi. Tanpa menunggu komando, 3 anggota
dari F-PPP yang hadir dalam rapat paripurna yakni Sumardi. Mustakim dan As’yari langsung keluar dari ruang rapat paripurna. Sebenarnya, ada seorang anggota dari F-PPP yakni Titin H yang kebetulan tidak hadir karena sakit.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Gresik Nur Qholib S.Ag mengaku memiliki agenda politik tersendiri. Sehingga, tidak terpengaruh dengan sikap politik yang diambil oleh fraksi-fraksi lain. Meskipun berhembus kabar, F-PPP bakal mendapat jatah ketika pembagian kue kekuasaan dalam kocok ulang
pimpinan alat kelengkapan dewan yang diusung oleh F-PD, F-PAN, F-PKB maupun F-PKNU. “Ada agenda politik tersendiri. Kita tak peduli bagi-bagi jabatan (dalam kocok ulang alat kelengkapan, Red),” ujarnya dengan nada sengit.(rtn/ris) Radar Gresik

Baca:  Kaplingan Pantai Banyuurip Gresik Mendapat Protes Warga

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman