Uncategorized

Lokalisasi Sumberloh, Dolly Made In Banyuwangi

Sumberloh
Sumberloh

Sumberloh, Dolly Made In Banyuwangi. Musik dangdut mengentak-entak dari sebuah wisma dalam volume tinggi. Di teras depan, enam perempuan, mengenakan hot pants dan baju tanpa lengan, duduk melingkar. Dua di antaranya menikmati batang rokok. Sesekali tawa meluncur dari bibir mereka.

Begitulah suasana lokalisasi SumberLoh, Desa Benelan Kidul, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat sore, 11 Oktober 2013. Sore hari memang menjadi waktu santai bagi para perempuan seks komersial sebelum bekerja sepenuhnya saat malam tiba. Saat bersantai itulah mereka tampil apa adanya, tanpa riasan dan pakaian ala kadarnya.

Lokalisasi Sumberloh yang berjarak 20-an kilometer arah selatan dari kota Banyuwangi ini adalah lokalisasi terbesar di Banyuwangi. Bahkan, tempat ini disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar nomor dua di Jawa Timur setelah Dolly di Surabaya. Ketua Pengurus Lokalisasi, Hawari Diar, mengatakan, jumlah PSK mencapai antara 70 – 150 orang. “Jumlahnya naik turun,” kata dia.

Baca:  Bank Jatim Bukukan Laba Rp 300,9 Miliar

Ada 49 wisma permanen yang dibangun berderet. Sebagian besar wisma itu telah menjadi hak milik para mucikari yang menampung para PSK tersebut. Hawari mengatakan, ada 300-an orang yang hidupnya bergantung dari lokalisasi ini mulai PSK, mucikari, pedagang, hingga buruh cuci.

Cikal bakal lokalisasi Sumberloh ini, kata Hawari, berawal dari rumah-rumah bambu di pinggir jalan desa sekitar tahun 1975. Karena jumlah PSK dan pelanggan makin meningkat, lokasinya dipindah seperti saat ini sejak 1995. Saat itulah bangunan-bangunan permanen mulai berdiri.

Lokalisasi ini akan ditutup Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersamaan dengan lokalisasi Dolly pada 2014 mendatang. Sepanjang 2012 hingga Oktober 2013 ini, Pemkab Banyuwangi telah menutup 10 dari 12 lokalisasi.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Alam Sudrajat, mengatakan, Pemkab Banyuwangi akan membentuk tim khusus untuk menutup lokalisasi ini. Bekas lokalisasi rencananya akan dipakai untuk sekolah, pasar, atau tempat publik lainnya. “Tahun 2014, Banyuwangi bersih dari lokalisasi,” kata dia. (Tempo)

Baca:  Endog-endogan, Tradisi Maulid di Banyuwangi

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman