Home » Nasional » Mahasiswa Indonesia Ditangkap di Turki

Mahasiswa Indonesia Ditangkap di Turki

Mahasiswa Indonesia ditangkap di turki. Pelajar Indonesia di Turki, Handika Lintang Saputra, ditangkap polisi Turki di rumahnya di Gaziantep, Jumat, 3 Juni 2016. Dyah Lestari Asmarani, Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara Bidang Pendidikan Sosial Budaya membenarkan kabar tersebut.

“Memang benar aparat keamanan Gaziantep telah menangkap seorang WNI,” kata Dyah saat dikonfirmasiTempo dari Jakarta, Sabtu, 11 Juni 2016.

 

Dyah menjelaskan, polisi menangkap Handika atas dugaan keterlibatannya dalam kegiatan organisasi tertentu di Turki. Kendati demikian, berdasarkan pertemuan perwakilan KBRI dengan jaksa yang menangani kasus tersebut, didapatkan keterangan bahwa Handika menolak tuduhan keterlibatan yang dituduhkan.

“KBRI Ankara sudah bertemu jaksa yang menangani kasusnya dan sudah mendapatkan penjelasan dan kasus ini sedang dalam proses hukum,” katanya.

Baca:  Menyebar Kebencian Pos-metro dan PortalPiyungan Digulung

Untuk tindakan lebih lanjut, kata Dyah, saat ini KBRI Ankara tengah menunggu izin dari otoritas Turki untuk bisa bertemu langsung dengan Handika.

Pria Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial HL ditangkap kepolisian Turki karena diduga terlibat ke dalam organisasi terlarang di Turki, Hizmet. Akses kekonsuleran untuk HL tengah diusahakan pihak Indonesia. Namun, kasus ini tergolong sensitif untuk pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“KBRI sudah mengajukan permohonan akses kekonsuleran. Namun memunggu izin dari Kementerian Kehakiman (Turki) karena kasus ini termasuk kasus sensitif dalam hukum Turki,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal kepada detikcom, Sabtu (11/6/2016).

Baca:  Mahfud MD Sempat Ragu dengan KPK Usut Sumber Waras, Sekarang Jadi Salut

Meski begitu, pihak KBRI sudah berhasil mengunjungi HL di penjara. Pihak KBRI dinyatakan Lalu telah membantu kebutuhan sehari-hari untuk HL.

“KBRI telah mengunjungi dan bertemu dengan HL di penjara, sekaligus menyampaikan bantuan logistik kebutuhan sehari-hari,” kata Lalu.

KBRI Ankara juga telah berkomunikasi dengan keluarga HL di Indonesia. Pihak keluarga telah diberi penjelasan soal perkara yang menimpa HL di Turki.

“KBRI akan terus berkoordinasi dengan aparat setempat dan memantau proses hukumnya,” kata Lalu.

HL ditangkap polisi Turki di kota Gaziantep pada 3 Juni lalu. Dia ditangkap bersama dua orang warga negara Turki. Mereka diduga terlibat dalam kelompok Hizmet, yakni kelompok yang dipimpin ulama intelektual Fethullah Gulen seteru Erdogan.

Baca:  Menteri Perdagangan Era SBY Kaget dengan Strategi Cerdas Jokowi

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *