Home » Uncategorized » Mangga Mania Upaya Mengangkat Potensi Buah Lokal
mangga mania

Mangga Mania Upaya Mengangkat Potensi Buah Lokal

mangga mania
kabarbisnis

Even Mangga Mania, Komitmen Mengangkat Potensi Buah Lokal. Kekayaan alam indonesia yang teramat besar mempunyai potensi hortikultura yang sangat tinggi. Beragam buah dan syauran tumbuh subur dan berpotensi tinggi. Bahkan, Indonesia memiliki beberapa jenis yang tidak dimiliki negara lain.

Indonesia merupakan satu dari lima besar negara penghasil mangga di dunia. Kualitas dan rasa mangga lokal dinilai jauh di atas mangga dari negara lain. Namun sayangnya, popularitas mangga lokal kalah pamor dengan negara lain.

Menyadari akan hal itu, Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Aseibssindo) bersama Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim menggelar even yang mengangkat potensi mangga lokal, dengan tema ‘Mangga Mania’.

Even ini telah berlangsung sejak dua bulan lalu, dimana melibatkan kalangan pelaku usaha kafe dan restoran, serta perusahaan ritel untuk menggenjot promosi buah mangga lokal. Salah satunya dengan mengolah buah mangga menjadi aneka hidangan menggoda selera.

Baca:  Ekspor Jatim 71 Persen ke Kawasan Asia Pasifik

“Sebenarnya buah impor sedikit, hanya tujuh persen. Namun buah nusantara, buah tropis tidak dipajang seperti buah impor. Sasaran Mangga Mania ini di antaranya menaikkan status dan profil buah nusantara agar menjadi high profil, lebih mendapatkan apresiasi, dan melibatkan pihak retailer agar mau promosi buah nusantara, sehingga harapannya konsumsi buah nusantara pun meningkat,” jelas Ketua Pemasaran Konsorsium Nusa Fresh, Kafi Kurnia, di sela “Awards Ceremony Mangga Mania”, di Surabaya, akhir pekan lalu.

Nusa Fresh sendiri merupakan konsorsium yang dibentuk Aseibssindo. Melalui kampanye Mangga Mania, Nusa Fresh memberikan dukungan kepada bakery, restoran, cafe, hotel dan pasar swalayan yang ingin ambil bagian mempromosikan buah nusantara.

Pihaknya serius dalam mempromosikan buah lokal kepada masyarakat luas. Terbukti, dengan menyiapkan dana senilai Rp8 miliar pada gelaran even itu, dengan melakukan sekitar 32 kegiatan di pasar perdagangan nasional.

Baca:  Ekspor Mebel Jatim Terhempas Krisis Eropa dan Amerika

“Dengan strategi perluasan pasar buah Nusantara maka kini omzet yang bisa dicapai sekitar Rp800 miliar,” katanya. Mengenai langkah pengenalan buah Nusantara, pihaknya siap merealisasi ekspor Salak Arjuna secara besar-besaran, sekaligus sebagai upaya menjadikan salak sebagai ikon buah Nusantara. “Kami juga berencana menyelenggarakan kejuaraan nasional untuk durian,” katanya.

Menurut dia, komitmen tersebut terus dilakukan mengingat hingga kini angka impor buah Indonesia sangat besar. Contohnya pada 2011, volume impor buah mencapai 660.000 metrik ton, volume ekspor hanya 250.000 metrik ton. Meski musim masih menjadi tantangan dalam pemasaran buah lokal, Kafi yakin, apresiasi dan konsumsi tinggi masyarakat terhadap buah lokal bisa mengangkat popularitasnya, tampil sejajar atau bahkan menandingi popularitas buah impor.

Baca:  Parade Budaya dan Seribu Bunga Surabaya Heboh dan Semarak

Ketua Apkrindo Jatim, Tjanhjono Harjono mengaku sangat mendukung Mangga Mania sebagai upaya untuk mengangkat potensi buah lokal kepada masyarakat. Bagi pelaku usaha kafe dan restoran, hal itu juga akan memperkaya variasi produk dan menu makanan hasil karya mereka. “Ini terlihat dari kian beragamnya varian menu yang disajikan masing-masing restoran dan kafe, dan ini secara langsung juga akan menarik minat pelanggan,” beber Tjahjono.(kabarbisnis)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *