Home » Nasional » Manuver Luhut dan Darmo Pengusul Archandra ke Jokowi?

Manuver Luhut dan Darmo Pengusul Archandra ke Jokowi?

Manuver Luhut dan Darmo Pengusul Archandra ke Jokowi?. Arcandra Tahar memang sudah dicopot oleh Jokowi, namun pencopotan Arcandra tidak membuat masalah tertutup begitu saja. Siapa orang yang merekomendasikan Arcandra ke meja Presiden hingga akhirnya dia dilantik menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said masih misterius.

Dikutip dari laman merdeka, nama Arcandra diusulkan oleh dua orang dekat Jokowi. “Yang mengusulkan Arcandra kan Darmo (Darmawan Prasodjo) dan Luhut (luhut Binsar Pandjaitan),” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/8).

Luhut-dan-Darmo

Usulan itu juga tidak lepas dari rekomendasi orang-orang yang terjerat kasus SKK Migas. “Atas rekomendasi dari orang yang disebut dalam sidang perkara SKK Migas era Rudi Rubiandini,” tambahnya.

Darmo sendiri saat ini menjabat Deputi I (Bidang Perencanaan, Kajian serta Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional) Kantor Staf Presiden (KSP). Pria kelahiran Magelang ini adalah salah satu kader dari PDI Perjuangan yang direkrut oleh Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi Kepala Staf Presiden.

Baca:  Gila!, Terompet Alquran Sudah Terjual Ratusan Buah di Alfamart

Arcandra dan Darmo sama-sama lulusan Texas A&M University, Amerika. Keduanya sudah dekat sejak sama-sama tinggal di negeri Paman Sam itu. Darmo juga dikenal mentor Jokowi selama masa kampanye untuk urusan minyak dan gas.

Sebagai Deputi I KSP, Darmo berperan sebagai pemberi second opinion kepada Jokowi untuk pengelolaan sumber daya mineral. Pandangan Darmawan juga beberapa kali berseberangan dengan Menteri ESDM sebelumnya yaitu Sudirman Said dalam kasus Freeport, Blok Mahakam, dan Blok Masela.

Namun Luhut membantah bahwa dirinya atau Darmo yang mengusulkan nama Arcandra ke meja Presiden. “Saya tidak pernah usulkan dia. Apa urusannya dia saya usulkan?” kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Senin (15/8) kemarin.

Luhut juga menyangkal kabar yang menyebut nama Darmo sebagai pengusul Arcandra. “Memang hak dia (Darmawan Prasodjo) apa? Dia siapa?” jawab Luhut ketika ditanya pengusul Arcandra adalah Darmo.

Mantan Menko Polhukam ini mengatakan kedatangan Arcandra ke kantornya pada Senin pukul 14.13 WIB dengan durasi pembicaraan tak lebih dari 20 menit itu hanya membahas masalah Blok Masela, bukan membahas masalah kewarganegaraan ganda.

Baca:  Partainya Gurem dan Gagal Nyapres, Yusril Ngotot Lawan Ahok

“Tidak ada, kami hanya bahas masalah Masela. Soal itu (kewarganegaraan) urusannya Menkum HAM,” tutur Luhut.

Luhut mengakui pernah memberikan pernyataan siap mem-backup habis Arcandra Tahar. Namun dalam konteks membeking dari aksi mafia-mafia yang mengincar industri sektor minyak dan gas dan tidak ada kaitan soal kewarganegaraan yang belakang menjadi kontroversi dari diri Arcandra.

“2 Agustus lalu dalam konteks di bidang migas. Ini kan banyak mafianya,” kata Luhut.

Luhut dan Darmo Pernah Terseret Kasus Papa Minta Saham

Jauh sebelum kasus Arcandra, Luhut dan Darmo juga terseret kasus Papa Minta Saham. Darmo disebut 13 kali dalam rekaman yang dibuat oleh Maroef Sjamsoeddin, Direktur PT Freeport (saat itu) dalam diskusinya dengan Setya Novanto dan Riza Chalid.

Saat rekaman itu diambil, Setya Novanto menjabat sebagai Ketua DPR, sedangkan Riza Chalid adalah pengusaha yang diduga tokoh mafia perdagangan minyak dan gas hingga dijuluki ‘Saudagar Minyak’. Dalam rekaman, Setya Novanto menggambarkan Darmawan sebagai sosok pintar yang disukai Presiden Joko Widodo. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa Darmawan sudah masuk ke dalam payroll Riza Chalid.

Baca:  Aksi Pimpinan DPR Ini Bikin Malu Sendiri Jadi Bahan Guyonan

Nama Luhut sendiri disebut sebanyak 66 kali sebagai pihak yang dapat mengatur pembagian saham Freeport dalam rekaman itu. Luhut juga pernah dipanggil sebagai saksi dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Luhut mengatakan bahwa dengan berakhirnya kesaksian dirinya di MKD, maka dia menganggap kasus Papa minta Saham sudah selesai.

“Saya tidak lagi akan mengomentari kejadian ini karena saya anggap sudah selesai dan saya masih banyak tugas yang perlu dikerjakan,” tutup Luhut kala itu.

Namun pengusutan kasus Papa Minta Saham ini kandas lantaran Riza Chalid hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. (merdeka.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *