Ekonomi Gresik

Masih Banyak Perumahan Mangkrak di Gresik Selatan

perumahan mangkrak gresikKEDAMEAN – Masih Banyak Perumahan Mangkrak di Gresik Selatan. Kendati Bupati Sambari memproyeksikan 10 ribu hektar kawasan Gresik Selatan untuk pemukiman, nyatanya saat ini banyak proyek perumahan yang mangkrak di wilayah tersebut. Kebijakan Pemkab Gresik belum terlihat untuk membangkitkan wilayah Selatan sebagai kawasan pemukiman.

Seperti yang terlihat di daerah Kedamean, sebuah areal persawahan terdapat dua rumah setengah jadi. Rumah itu bagian dari puluhan unit rumah yang semula akan dibangun pada 2008 lalu. “Ya sejak 2008 lalu, sudah tidak ada tanda-tanda dilanjutkan kembali,” kata Moch Iqbal warga Kedamaean.

Padahal, kata dia, beberapa waktu lalu Bupati Gresik Sambari Halim Radianto Juli lalu menandatangani Memory of Understanding (MoU)  pembangunan kawasan Gresik selatan sebagai kawasan pemukiman terpadu. MoU Bupati dengan Kementrian perumahan rakyat dan REI Jatim itu merupakan sebuah good willyang taktis.

Baca:  Pasar Gresik Lakukan Protokol Covid 19 Menekan Penyebaran

Kebijakan itu diharapkan bisa menjadi kunci pembuka kepastian berinvestasi di Gresik selatan dan Gresik keseluruhan pada umumnya. Gresik selatan meliputi empat Kecamatan yakni Driyorejo, Menganti, Kedamean dan wringin anom. Secara politis, langkah ini menjawab keluhan nyinyirpelaku bisnis properti Jatim yang merasa begitu sulit masuk ke Gresik dalam 10 tahun terakhir.

Kalaupun sudah ada yang terlanjur masuk, berujung pada kebangkrutan, mangkrak dan tidak laku. Kondisi perumahan Griya Kencana 2 Menganti, Ready Kota Damai Kedamean, Sumput Asri dan Kota Baru Driyorejo bisa menjadi contoh konkrit. Lemahnya daya dukung infrastruktur yang harus
disediakan Pemda membuat perumahan-perumahan tersebut kurang berkembang alias tidak laku.

Belajar dari pengalaman itu, maka MoU harus ditindaklanjuti dengan perbaikan infrastruktur yang ada. Pelebaran jalan akses interkoneksi antar wilayah permukiman dan ketersediaan sarana PDAM secara layak, mutlak harus dilakukan. Kawasan Kotabaru Driyorejo sejak dibuka kali pertama cukup lama ‘terlantar’. Infrastruktur tidak mendukung, jalan raya Randegan Sari-Cangkir terlalu sempit dan rusak. Akses PDAM selalu bermasalah.

Baca:  Jalur Ganda Gresik-Bojonegoro Dipasang September

Tetapi lambat laun mulai tertata. Tingkat hunian membaik, fasilitas pendukung mulai dibangun, pasar tradisional, ruko hingga SPPBU mulai ada. Tinggal jalan raya harus dilebarkan, itu harga mati. Demikian juga dengan jalur bottle neckLegundi. Simpul kemacetan lalulintas di perbatasan
Driyorejo dan Krian, Sidoarjo itu harus dilebarkan. Jalur Legundi-Karang andong-Boboh jangan lagi ada badan jalan yang ambles. Termasuk pembebasan lahan tol Surabaya- Mojokerto harus tuntas agar segera dibangun.(rtn/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman