Home » Gresik » Masjid Sunan Giri Dipenuhi Ribuan Pengunjung

Masjid Sunan Giri Dipenuhi Ribuan Pengunjung

masjid sunan giriMasjid Sunan Giri dipenuhi ribuan pengunjung, hal itu terlihat jelas di komplek makam Sunan Giri yang berada di Bukit Giri Kebomas kebanjiran jamaah untuk beribadah. Masyarakat yang  berdatangan ini tidak melulu dari Jatim namun juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera hingga Kalimantan. Bahkan jemaah ini hingga dari luar negeri seperti dari Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Bagus salah satu pengurus Masjid Sunan Giri di areal makam Giri menjelaskan, keramaian komplek makam Sunan Giri memang terjadi tiap tahun. Yakni pada saat sepertiga malam di bulan Ramadan.

“Mereka berharap barokah malam seribu bulan. Mereka biasa dikenal dengan pemburuan Lailatul Qodar. Saat itu ratusan hingga ribuan jemaah tumplek blek kesini baik itu rombongan ataupun sendiri,” katanya. Dikatakan, hal itu  berlangsung sejak lama. Apalagi bulan Rajab-Ruwah sebelum puasa para penziarah sampai berdiri karena tidak muatnya tempat ini menampung. “Namun, kalau saya pernah tahu mungkin yang bisa mengalahkan jumlah pengunjung makam Sunan Giri adalah makam Sunan Ampel di Surabaya. Mungkin karena dekat dengan ibukota Provinsi Jatim jadi ramai ya,” tuturnya.

Disebutkan, dirinya dan 9 orang takmir lainnya bertugas melayani jemaah yang datang ke komplek Masjid Sunan Giri. Tiap shift terdapat 9 orang penjaga yang mengurusi jamaah agar tenang ketika berdoa. Dan para pengurus ini tidak diperbolehkan turun bila belum selesai tugasnya selama 5 hari. Senada dengan Bagus salah satu pengurus yang lain yaitu Mahmudah warga Giri mengatakan dibandingkan dengan hari biasa ramainya makam ketika Ramadhan. “Hari biasa  juga ramai namun bila dibandingkan dengan Ramadhan ya jelas ramai Ramdhan. Apalagi puncaknya yaitu malam 25 hingga malam 29,” terangnya.

Baca:  Golkar Jatim Umumkan Cagub-nya Dua Hari Lagi

Sementara itu Hari salah satu PNS Pemkot Surabaya yang datang di Masjid Sunan Giri mengatakan, dirinya selalu berada di tempat ini. “Sejak tahun 2003 sebelum menikah setiap Ramadhan saya selalu kesini untuk berdoa bersama warga lainnya,” katanya. Saat ditanya kesan-kesannya
tentang ziarah wali Sunan Giri, Hari mengatakan kalau pada beberapa tahun yang lalu keadaanya banyak berbeda. “Kalau dulu ya Mas tidak ada yang namanya para PKL yang berada di jalan Sunan Giri. Mereka hanya berjualan di tangga menuju makam namun sekarang untuk jalan kesini dari jalan raya bawah sulitnya minta ampun,” keluhnya (rdrgrsk)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *