Gresik

Masyarakat Gresik Terus Melawan Perkembangan Warung Pangku

Rasa prihatin masyarakat Gresik terhadap warung remang-remang terus bergejolak, baik institusi pemerintah maupun pemilik lahan yang disewa oleh pengelola warung. Gresik yang berkembang pesat menjadi kota industri memang sangat identik dengan warung kopi, namun warung remang-remang lebih menggeliat dan berkembang dengan pesat menjadikan gresik semakin tak sedap dipandang.

Upaya penertiban warung remang-remang terus dilakukan, namun pengelola warung selalu memiliki cara untuk eksis dan terus berkembang. Sinergi masyarakat dan lembaga pemerintah di gresik terus dilakukan untuk meminimalkan gelombang perkembangan warung panas tersebut.

Seperti yang terjadi kemarin, Puluhan warung remang-remang di sepanjang Jalan Notoprayitno Gresik yang biasanya terlihat hingar bingar oleh dentuman suara musik, mulai Jumat (1/6) tutup dan ditinggal penghuninya.

Baca:  Warung Remang Menganti - Driyorejo Digaruk Satpol PP Gresik

Penghentian aktifitas di warung remang-remang tersebut, karena pihak pemilik lahan yakni Yayasan Muhammadiyah Kecamatan Kebomas, Gresik (a/n H. Sugeng Santoso) menutup sendiri tempat yang dijadikan aktifitas dugem (dunia gemerlap).

Penutupan ini sangat berasalan. Pasalnya, setiap malam hampir semua kios atau blok di tempat tersebut tidak memberikan rasa nyaman.

Sebelumnya, puluhan warung remang-remang di sepanjang KH. Syafi’i Kecamatan Manyar sudah mulai ditinggal penghuninya karena juga ditutup oleh yang memiliki lahan.

Menurut Sugeng Santoso selaku mandataris tanah, yayasannya terpaksa menutup lahan yang dijadikan warung remang-remang. “Kami sedang melakukan inventarisir lahan yang dimiliki Yayasan Muhammadiyah. Jika dijadikan warung remang-remang langsung kami tutup,” tuturnya, Jumat (1/6).

Baca:  Pemkab Gresik Akan Membuka 2.727 Lowongan CPNS

Melalui Kabag Humas Setkab Gresik Andhy Hendro Wijaya, mengatakan, pemkab setempat mendukung dan memberikan apresiasi besar kepada pemilik tanah yang mau menutup sendiri warung remang-remang. “Pemkab Gresik sangat berharap kepada pemilik tanah ada kepedulian untuk menutupnya untuk mendukung Gerakan Gresik Bebas Asusila,” tandasnya. did

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman