Home » Ilmu Bisnis » Mau Impor Barang? Begini Prosedur Impor Barang
eksportir

Mau Impor Barang? Begini Prosedur Impor Barang

Mau impor barang? Begini prosedur impor barang dari luar negeri. Hampir tidak ada satu negarapun  yang memenuhi mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu perdagangan internasional menjembatani proses barter antar kebutuhan negara.

Impor adalah suatu proses perdagangan yang terjadi antar negara, yang mana kita bertindak sebagai pembeli produk dari negara asing. Orang yang bekerja dalam bidang idang disebut importir.

Kegiatan impor Indonesia sudah terjadi sejak dulu. Dalam melakukan impor ada prosedur impor dan peraturan impor yang harus diketahui dan dilakukan oleh importir.

 

Prosedur Impor Barang

  • Proses Negosiasi

proses tawar-menawar harga diantara importir dan eksportir dari luar negeri.

Hal ini dapat dilakukan dengan pertemuan langsung atau melalui surat elektronik. Namun, pada umumnya untuk menghemat biaya proses tawar-menawar ini dilakukan melalui surat elektronik saja.

Untuk menjamin kualitas barang, biasanya eksportir dari luar negeri mengirimkan contoh produk yang akan diimpor.

Baca:  Inilah 5 Peluang Bisnis Menjanjikan Di dunia online yang Bisa Anda Coba

Setelah diperoleh kesepakatan harga, maka akan dibuat kontrak jual beli. Hal ini berfungsi untuk memberikan kejelasan hukum dalam kegiatan jual beli ini.

Dalam kontrak jual beli dibahas mengenai standar kualitas, syarat dan ketentuan jual beli, metode pembayaran, dan sanksi apabila ada pihak yang melanggar ketentuan yang telah di buat.
Agar proses penerimaan barang dari luar negeri berjalan lancar, seorang importir harus memiliki SIUP dan keanggotaan API.

 

  • Pengurusan Dokumen

Dokumen ini dapat diurus di kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan terdekat. Selain itu seorang importir juga harus memiliki NPWP (Nomor Pokok wajib Pajak).

Importir membuka rekening Letter of Credit (sering disebut LC) di bank yang terdapat di Indonesia. Lalu bank di Indonesia memberitahukan kepada bank di luar negeri tentang pembukaan LC oleh importir. Lalu bank luar negeri memberitahukannya kepada eksportir luar negeri.

Baca:  Email Marketing Strategi Jitu Mendongkrak Penjualan

Jika importir sudah memiliki rekening LC, importir hanya tinggal membayarkan nilai uang yang harus dibayarkan dalam kegiatan jual beli ini.
Eksportir dari luar negeri mengurus proses pengiriman untuk barang yang akan dikirim ke Indonesia.

Pengiriman barang impor Indonesia dari luar negeri biasanya melalui jalur laut. Mengenai biaya angkut telah dibahas pada tahap tawar-menawar awal.

Ada 3 cara pembebanan ongkos pengiriman, yaitu: ongkos ditanggung oleh importir, lalu ongkos ditanggung oleh eksportir dari luar negeri, dan terakhir ongkos pengiriman ditanggung bersama oleh ke dua belah pihak.

Eksportir luar negeri menyerahkan bukti pengiriman dan list barang yang telah dikirim tersebut kepada bank tempatnya membuka rekening LC di negaranya.

Baca:  Trik Pemasaran Mc. Donald dan Starbuck Hingga Menjadi Super Company

Sedangkan duplikatnya dikirimkan kepada importir di Indonesia. Sedangkan bank luar negeri tadi juga mengirimkan dokumen-dokumen tersebut kepada bank di Indonesia, tempat importir Indonesia membuka rekening LC.

Selanjutnya setelah bank di Indonesia menerima dokumen dari bank luar negeri, bank di Indonesia menyerahkan dokumen tersebut kepada importir.

 

  • Proses Pengambilan Barang

Setelah barang sampai di pelabuhan Indonesia dengan selamat, maka sebelum barang tersebut dapat diambil oleh importir. Bank di Indonesia harus menyelesaikan pembayarannya kepada eksportir di luar negeri dengan cara kerja sama dengan bank luar negeri tempat eksportir tadi membuka rekening LC.

Sebagai catatan, telitilah dalam membuat perjanjian dalam perdagangan impor barang gunakan sistem pembayaran paling aman yaitu L/C.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *