Tips Kesehatan

Mengenal Ebola dan Pencegahan Ebola

Mengenal Ebola dan Pencegahan Ebola. Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Kongo.  Ebola mulai mewabah di Guinea pada maret 2014 lalu menyebar ke Liberia dan Sierra Leone. Virus ebola merupakan suatu penyakit yang mematikan. Virus ebola mematikan hampir 90% orang yang terjangkiti.

Penyakit ebola yang berasal dari Afrika Barat disebut-sebut merupakan penyakit paling menakutkan sepanjang 2014. Hingga 29 Oktober, data yang dirilis World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa hampir lima ribu orang telah meninggal akibat wabah ini. Separuh diantaranya merupakan warga Liberia.

Sehingga, tidak heran ketika seorang TKI Jawa Timur pulang dari Liberia, dia langsung diminta cek di rumah sakit. Beruntung, karena hasilnya negatif. Banyak pihak menyebutkan penyakit Ebola dibawa oleh sekawanan kelelawar buah dari Sungai Ebola di negara Kongo. Namun, apa sebenarnya penyakit Ebola?

Ebola adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh kegagalan fungsi organ. Gejala awalnya bisa ditandai dengan demam mendadak, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Setelah gejala awal berlalu, barulah muncul ruam, muntah, dan diare. Tahap yang sedikit lebih parah adalah pendarahan, baik di dalam maupun di luar tubuh, yang dapat dilihat pada gusi, mata, hidung, dan tinja.

Baca:  Pentingnya Makan Bersama Keluarga

Jika dibiarkan, penderita bisa meninggal karena kehabisan cairan dan gagalnya fungsi organ. Penyakit ini menular melalui darah, tinja, muntahan, dan cairan dari penderita Ebola kepada orang sehat. Penularan terutama ketika cairan-cairan tersebut menyentuh hidung, mulut, dan luka yang terbuka. Infeksi juga bisa terjadi jika cairan itu menempel pada kasur, pakaian, atau permukaan lain dan tersentuh oleh orang sehat.

Ebola tidak menular melalui udara. Virus ini dapat bertahan hingga enam hari di luar tubuh, dan membutuhkan 2 hingga 21 hari untuk mulai menunjukkan gejala. Dikatakan, pemutih dan klorin dapat membantu memerangi virus yang berada di luar tubuh.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang tepat untuk Ebola. Karena penderitanya mengeluarkan cairan yang terus menerus, maka penanganan yang bisa dilakukan sebatas memberikan infus untuk mengganti cairan yang hilang.

Baca:  Bahaya Permen Cinta dan Resiko Mengkonsumsi Permen Cinta

Medicine Sans Frontieres (MSF) sendiri mengatakan bahwa Ebola merupakan virus yang paling ganas dan agresif yang pernah ada. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah pencegahan. WHO telah memperingatkan warga dunia untuk tidak menyentuh handuk atau peralatan lain yang digunakan secara umum.

Bepergian menggunakan masker dan alat pelindung juga merupakan pencegahan tersendiri. WHO secara khusus melarang konsumsi satwa liar seperti kera atau kelelawar, yang menjadi kebiasaan di beberapa negara. Di Liberia, menteri kesehatan bahkan telah melarang warganya untuk berhubungan badan, karena virus dapat menular melalui air mani bahkan setelah 7 hari divonis sembuh.

Virus ebola ditularkan melalui kontak langsung (melalui kulit yang terluka atau membran mukosa) dengan darah, organ dan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau kontak tidak tidak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi. Laki-laki yang terinfeksi ebola masih dapat menularkan virus melalui cairan semen (air mani) hingga 7 hari setelah sembuh.

Baca:  Terkena Sperma Saat Berenang Apa Bisa Hamil?

Masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan virus menginfeksi hingga timbul gejala) berkisar antara 2 hingga 21 hari. Demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala dan nyeri tenggorokan merupakan gejala awal terinfeksi virus ebola. Selanjutnya dapat diikuti dengan gejala muntah, diare, gangguan fungsi ginjal dan hati serta pada beberapa kasus terjadi perdarahan internal (organ dalam) dan eksternal (mata,gusi).

Pencegahan agar tidak terjangkit virus ebola adalah dengan menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi ataupun dengan benda atau alat yang terkontaminasi cairan tubuh seperti jarum suntik. Tenaga kesehatan dan orang yang menangani dan berdekatan dengan pasien ebola diharuskan memakai alat perlindungan diri. Belum ditemukan adanya pengobatan dan vaksin untuk mengobati ebola, tetapi jika pasien mendapatkan penanganan sejak awal semakin besar peluang hidup dan kesembuhan pasien.

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman