Home » Gresik » Politik Gresik » Merugi dan Tidak Produktif, DPRD Minta Gresik Samudra Bubar

Merugi dan Tidak Produktif, DPRD Minta Gresik Samudra Bubar

Merugi dan Tidak Produktif, DPRD Minta Gresik Samudra Bubar. Hampir semua fraksi di DPRD Gresik bahkan kompak meminta agar Gresik Samudra dibubarkan.

Desakan itu disampaikan secara terbuka oleh para juru biacara fraksi dalam Rapat Paripurna di gedung dewan, Sabtu (23/7/2016). Fraksi-fraksi di DPRD Gresik menilai, membubarkan Gresik Samudra merupakan langkah terbaik.

Alasannya, kondisi perusahaan tersebut sulit untuk berkembang. Apalagi, selama ini sudah tidak melakukan kegiatan dan tidak berkontribusi atau member pemasukan sama sekali ke PAD (pendapatan asli daerah).

“Ditambah lagi kondisi perusahaan yang sedang memiliki tanggungan gaji pegawai sampai Rp 2,1 miliar. Jelas langkah terbaik adalah membubarkan perusahaan tersebut,” tegas Jumanto, anggota fraksi PDIP Gresik seperti dikutip dari laman surya online.

Baca:  Tim Prabowo - Sandi Target Menang Mutlak di Gresik

Hal sama disampaikan Fraksi PKB. Lewat Sekretaris Fraksi Sujono PKB menyebut bahwa kini sudah saatnya dilakukan studi kelayakan terhadap BUMD tersebut.
Tujuannya, untuk mengkaji apakah PT ini dirubah KLU (Kelompok Lapangan Usaha)-nya atau bagaimana, agar bisa lebih baik. “Hal ini sudah mendesak untuk dilakukan,” tandas Sujono.

Pemkab Gresik, kata dia, perlu memikirkan opsi untuk menghentikan operasional Gresik Migas demi kebaikan daerah, serta untuk meminimalisir kerugian yang ditanggung. “Demikian halnya terhadap PT Gresik Migas (juga BUMD milik Pemkab Gresik), yang sejauh ini juga belum jelas nasibnya. Harus dilakukan kajian dan studi untuk menentukan kebijakan yang terbaik atas perusahaan tersebut,” lanjutnya.

Ketua F-Golkar, Asroi’in Widyana, menyampaikan bahwa laporan keuangan pada tahun 2015 diketahui mengalami rugi sekitar Rp 1,781 miliar.

Baca:  Bupati Gresik Merombak Jajaran Pejabat Eselon

“Ini sangat mengecewakan, karena itu kami berpendapat agar PT Gresik Samudera segera mengadakan RUPS untuk permohonan penutupan kegiatan operasional. Agar tidak ada lagi pengeluaran keuangan yang malah menjadi beban,” tegasnya.

Menanggapi sejumlah desakan itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang juga hadir pada sidang paripurna ini menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif terhadap semua masukan dari sejumlah fraksi terkait pembubaran PT Gresik Samudra.

Namun, Sambari menyebut bahwa dasar untuk melakukan peninjauan kembali (PK) atau membubarkan perusahaan ini tetap harus mengacu undang-undang dan ketentuan yang berlaku.

Di antaranya, harus ada rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk mengambil langkah-langkah tersebut. “Terlepas dari itu samua, masukan dari fraksi-fraksi ini tetap akan kami pertimbangkan,” ujar Sambari.

Baca:  KH Mahfud Ma'sum dan KH Husnan Ali Pimpin PCNU Gresik

Source: surabaya.tribunnews.com

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *