Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Mudahkan Petani, Sambari Resmikan Fasilitas Pertanian Gresik
foto:gresikkab.go.id

Mudahkan Petani, Sambari Resmikan Fasilitas Pertanian Gresik

foto:gresikkab.go.id
foto:gresikkab.go.id

Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto mendanai fasilitas Pertanian Gresik tahun 2012 sebesar Rp. 2,3 milyar. Fasilitas Pertanian Gresik tersebut meliputi jalan dan irigasi sawah yang representatif untuk memudahkan mobilitas hasil pertanian. Jalan dan irigasi tersebut telah dibangun disejumlah desa dan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Gresik di desa Laban Kecamatan Menganti, Kamis (13/12).

Ada 20 ruas jalan menuju sawah yang dibangun di 20 desa pada 9 kecamatan. Volume masing-masing jalan sejauh 300 meter dengan lebar 2,5 meter dengan biaya Rp. 60 juta. Total panjang jalan yang dibangun sejauh 6 km dengan menelan anggaran Rp. 1,2 milyar.

Sedangkan Pertanian Gresik irigasi dibangun sebanyak 19 irigasi di 19 desa pada 9 kecamatan. Total irigasi yang dibangun sejauh 1,9 km masing-masing menghabiskan dana Rp. 60 juta. Biaya proyek irigasi tersebut sebesar Rp. 1,1 milyar.

Terkait semua proyek Pertanian Gresik yang dibangun tersebut, Bupati Gresik berkeinginan agar Pertanian di Gresik bisa lebih baik. “saya senang produksi pertanian terutama beras saat ini masih surplus.

Ada peningkatan rendemen padi sebesar 64 prosen disbanding dulu yang hanya 52 prosen. Padahal lahan pertanian sudah semakin menyempit. Di beberapa wilayah lahan ini terkikis oleh perumahan. Untuk peningkatan produksi tidak ada jalan lain kecuali dengan intensifikasi” ujarnya.

Dengan pembangunan ini semua, kami menginginkan fasilitas Pertanian Gresik seperti pada jaman Belanda dulu. Dimana pada jaman dahulu, galengan (jalan sawah) lebar. Sedangkan saat ini semakin menyempit karena dikikis pacul oleh petani sendiri.

Padahal kalau jalan dan irigasi di sawah itu bagus, produksi pasti bagus. “makanya saya membangun areal Pertanian Gresik seperti Belanda. Karena Belanda selama ini menjadi contoh dalam pembangunan irigasi dan jalan pertanian” katanya.

Tentang pupuk, Bupati menjamin tidak aka nada lagi kelangkaan pupuk.”kalau ada masalah dengan pupuk, silahkan lapor ke Camat langsung. Dan camat harus lapor ke Bupati dalam waktu 1 X 24 jam. Niscaya akan diatasi secepatnya” katanya.

Terkait pembangunan Irigasi dan jalan menuju sawah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Agus Joko Waluyo mengatakan. Program pembangunan irigasi adalah program APBD II tahun 2012, yaitu Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dan Jaringan Irigasi Desa (JIDES). Sedangkan pembangunan Jalan menuju Sawah adalah Program Jalan Usaha Tani (JUT), saat ini sudah rampung 100 prosen.

Untuk tahun 2013 mendatang Program ini masih ada lagi yang melalui Dinas Pertanian ada 18 ruas di 18 desa sejauh 10 km. Sedangkan yang melalui Jaring Aspirasi Masyarakat pembangunan jalan menuju sawah sebanyak 15 desa dan irigasi di 13 kecamatan.

Sementara Camat Menganti, Sutrisno menyatakan senang atas pembangunan fasilitas Pertanian Gresik di wilayahnya. Menurut Sutrisno, saat ini dari jumlah penduduk sebanyak 114.721 jiwa, 40 prosen diantaranya adalah petani.

“meski banyak pengembang yang masuk ke wilayahnya, namun sisa lahan pertanian saat ini masih 2.994 ha”, ujarnya. Pihaknya berharap dengan dibangunnya sarana Pertanian Gresik ini akan meningkatkan produksi dengan semakin menekan potensial loss produksi, tambahnya. (sdm/gresikkab.go.id)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *