Pilkada Jatim 2018

Mungkinkah Yenny Wahid yang Dimaksud Kejutan di Pilgub Jatim Oleh Gerindra ?

Mungkinkah Yenny Wahid yang Dimaksud Kejutan Oleh Gerindra di Pilgub Jatim?. Partai Gerindra tengah menggodok nama putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanubah Ariffa Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid untuk maju Pilgub Jawa Timur (Jatim). Sosok Yenny dinilai sesuai untuk menjadi pemimpin Jatim karena mewakili kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Secara geopolitik Jawa Timur Mba Yenny itukan mewakili trah dari Nahdlatul Ulama, apa lagi abahnya Mba Yenny mantan Ketua Umum PBNU, mantan Presiden dan juga mewakili NU, Gusdurian di Jawa Timur,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro saat dihubungi, Selasa (2/1).

Nizar tidak menampik keluarnya nama Yenny untuk maju di Pilgub Jatim itu demi kepentingan politik tahun 2019 mendatang. Menurutnya seluruh proses pilkada 2018 memang dipersiapkan untuk 2019.

Baca:  Kemenangan Pilgub Jatim Ditentukan Emil - Puty

“Pastinya pilkada 2018 itu serta 17 pilkada serentak di kabupaten dan provinsi pastinya kepentingan untuk tahun 2019,” ujarnya.

Namun Nizar menegaskan, wewenang keputusan pengusungan tetap berada di tangan Ketua Umum Gerindra Parbowo Subianto. Sebagai kader, anggota Komisi V DPR ini juga akan siap memenangkan setiap pilihan mantan Danjen Kopassus itu.

“Sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur. Kalau Mba Yenny nanti yang direkomendasi, atau Gerindra bernama Mba Yenny yang direkomendasi, semua tiga partai koalisi ini siap untuk mengamankan. mengamankan dengan strategi-strategi baru yang kita miliki,” ucapnya. “Bukan mengamankan saja tapi memenangkan,” katanya.

Senada dengan Gerindra, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut nama puteri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid yakni Yenny Wahid, sudah lama dipertimbangkan koalisi PKS, PAN, Gerindra untuk maju di Pilgub Jatim.

Baca:  Azwar Anas Ajukan Mundur dari Cawagub Jatim, Gus Ipul Shock

“Mbak Yenny Wahid diantara nama yang muncul dalam diskusi. Diskusinya sudah lama,” ujar Mardani saat dihubungi, Selasa (2/1).

Bukan tanpa alasan PKS dan koalisinya mempertimbangkan Yenny Wahid serta nama lain yang diusulkan dalam Pilgub Jatim. Mardani menegaskan siapapun yang akan diusung oleh koalisi ini harus menjadi calon alternatif penantang Khofifah dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Dia menegaskan, Pilgub Jatim berkorelasi dan akan mempengaruhi suara di Pilpres 2019. Nama Gus Ipul dan Khofifah dinilai terlalu menguntungkan satu pihak yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga diperlukan calon alternatif di Pilkada Jawa Timur.

“Ada ceruk dimana pemilih ingin suara umat tidak memperkuat posisi Pilpres 2019,” ujarnya.

Baca:  Pigub Jatim, Gerindra, PAN, dan PKS Siapkan Kejutan Tanggal 3 Januari

“Dengan posisi PKS dan Gerindra yang oposisi dan tentu berharap 2019 kita maju menantang inkumben maka pemenangan Pilkada Jatim 2018 harus dalam kerangka pemenangan 2019,” tegasnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman