Uncategorized

Nasib Khofiffah “Digantung” Oleh KPU Jatim

Nasib Khofiffah “Digantung” Oleh KPU Jatim. Peluang pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja (Berkah) untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur masih tanda tanya. Rapat pleno KPU Jatim, tadi malam, untuk menentukan keabsahan dukungan pasangan bacagub bacawagub berlangsung alot.

Suasana tegang terlihat di wajah para komisioner. Di sela rapat tertutup ,Komisioner KPU Jatim Agus Mahfud Fauzi menjelaskan, pihaknya masih terus memverifikasi berkasberkas pasangan yang masuk. “Kami belum bisa menentukan. Ini masih proses,” katanya.

Rapat pleno KPU Jatim ini memang paling krusial karena membahas dukungan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK). Sebab, kedua partai ini memberikan dukungan ganda kepada pasangan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) dan Khofifah-Herman (Berkah).

Baca:  Khofifah Berpeluang Maju Pilgub Jatim 2013 Bersama PDIP

Kedua DPP partai itu memang terbelah. Ketua umum dua parpol tersebut mendukung Berkah, sementara dua sekjennya merapat ke KarSa. Persoalan kian pelik karena ada indikasi pemalsuan tanda tangan yang berbuntut ke ranah hukum. PPNU dan PK memang menjadi kunci utama pasangan Berkah untuk maju pilgub.

Sebab, jika kedua parpol itu digugurkan, karena dianggap bermasalah, maka otomatis Khofifah gugur mengingat dukungan suaranya kurang 0,16 persen. Agus menegaskan, pihaknya bekerja secara profesional dan tidak goyah oleh tekanan apa pun. “Kami mengambil keputusan sesuai aturan. Siapa pengurus yang benar dan mana dukungan yang benar,” ujarnya. Sampai berita ini diturunkan, pukul 23.30, belum ada keputusan dari KPU Jatim terkait dukungan PPNUI dan PK.

Baca:  KPK Menangkap Hakim MK Akil Mochtar dan Anggota DPR

SEKJEN KE SURABAYA

Masih terkait dukungan ganda, kemarin sekjen DPP PK dan PPNUI datang ke Surabaya. Sekjen PPNUI Andi William Irfan mengatakan, dirinya datang bersama semua pengurus DPP, kecuali ketua umum. “Kami tegaskan biar siapa pun tahu siapa sebenarnya yang sah. Bahkan, dalam dua tiga hari ke depan akan menggelar pleno luar biasa untuk menonaktifkan ketua umum,” ujar Andi.

Menurut dia, Ketua Umum DPP PPNUI Yusuf Humaidhi melakukan langkah sepihak dengan mendukung Khofifah.“Ini jelas melanggar mekanisme partai,” katanya.

Sekjen DPP PK Restriansjick Bachsjirun juga mengaku kaget dengan adanya surat susulan ke KPU Jatim yang mengakibatkan dukungan ganda. “Kami bahkan tak pernah diundang untuk pleno,” katanya.

Baca:  PKB Berpotensi Pecah di Pilgub Jatim 2013

Dia mengaku heran ketika dianggap indisipliner dan tak bisa dihubungi. Dia mengingatkan, ketika KPU Jatim bersama Bawaslu melakukan verifikasi
ke kantor DPP PK, Jakarta, yang ada di kantor adalah kubunya. “Bukan ketua umum dan wasekjen. Mereka ada di mana, saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin kantor KPU Jatim juga kedatangan banyak tamu. Di antaranya, sejumlah pengurus PPRN, salah satu parpol nonparlemen. Mereka hendak mencabut dukungan ke pasangan KarSa. “Kami terpaksa menolak karena sudah terlambat,” kata Sekretaris KPU Jatim Jonathan Judianto.“(vit/rud/nis/rek/radarsby.com/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman