Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Nasib PKL GKB Gresik Masih Belum Jelas Pasca Gusuran

Nasib PKL GKB Gresik Masih Belum Jelas Pasca Gusuran

Nasib PKL GKB Gresik Masih Belum Jelas Pasca Gusuran. DPRD Gresik berupaya mencarikan solusi bagi nasib para PKL eks bundaran Gresik Kota Baru (GKB). Dalam pertemuan antara komisi B dan PT Semen Indonesia (SI) di kantor DPRD, Rabu (3/8), tak didapatkan keputusan final. Penggunaan Jalan Tambang hingga Jalan Fatimah binti Maimun (Fatimun) belum diizinkan.

Pertemuan kemarin menghasilkan sejumlah kesepakatan. Pemkab diminta segera membuat usul pengajuan pemakaian lahan Jalan Tambang–Fatimun. Sebab, PT SI memberikan lampu hijau.

’’PT SI minta pengelolaan lahan itu dilakukan pemkab. Sekarang tinggal bagaimana pemkab menindaklanjuti,’’ ujar Wakil Ketua Komisi B Asroin Widyana.

Selain itu, kata dia, pemkab didesak segera membuat surat usul resmi tentang lahan-lahan alternatif untuk para PKL.

’’Sehingga jika lahan di Fatimun tidak bisa digunakan, minimal sudah ada planning (rencana) lanjutan untuk relokasi PKL,’’ katanya.

Perhatian DPRD kepada PKL terlihat begitu besar. Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid turun langsung memimpin rapat yang membahas nasib sekitar 200 pedagang itu.

Pada awal pembahasan, dewan langsung menanyai PT SI terkait dengan boleh atau tidaknya Jalan Tambang–Fatimun digunakan sebagai tempat relokasi PKL. Menurut pedagang, lahan tersebut paling memungkinkan.

PT SI belum berani menjawab pasti usul tersebut. Sebab, meski lahan itu kini menganggur, ada sejumlah syarat dan prosedur yang harus dilalui sebelum mengalihfungsikan lahan tersebut.

’’Jika tidak dilalui, kami khawatir berdampak hukum,’’ kata Yudi T. Burhan, perwakilan PT SI.

Berdasar Peraturan Menteri BUMN No 13/2014 tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap BUMN, ada sejumlah solusi untuk mengatasi problem itu.

Salah satunya, lahan tersebut bisa dipakai lewat sistem pinjam pakai. Akad tersebut hanya bisa dilakukan PT SI dengan pemkab atau lembaga/institusi yang memiliki badan hukum.

Karena itulah, sebagai solusi terbaik penggunaan Jalan Tambang–Fatimun, pemkab mengajukan permintaan resmi ke PT SI. Isinya, permohonan pinjam pakai lahan untuk keperluan sentra PKL.

’Jika pemkab bersedia dengan opsi itu, malah lebih baik,’’ katanya. Sebenarnya, PT SI dan pemkab sudah membuat perjanjian pinjam pakai di lahan eks tambang semen tersebut.

Hanya, dalam perjanjian itu disebutkan, peruntukannya adalah jalan, bukan sentra PKL. Dalam rapat itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid meminta PT SI serius memberikan izin penggunaan lahan tersebut.

’’Sebab, sudah sewajarnya PT SI memberikan sumbangan untuk Gresik. Sebab, diakui atau tidak, banyak manfaat yang diberikan kabupaten ini kepada perusahaan,’’ katanya.

Dalam pertemuan dibahas pula prioritas relokasi para PKL. Para legislator meminta pemkab mengutamakan para pedagang asli Gresik. Sebab, di antara semua PKL di kawasan itu, 80 persen adalah warga luar Gresik. (ris/c5/roz/sep/JPG/Jawapos.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *