Peristiwa

Negosiasi Alot, PT. Smelting Akhirnya Setuju Kompensasi Warga 8 Miliar

Negosiasi Alot, PT. Smelting Akhirnya Setuju Kompensasi Warga 8 Miliar. Kasus kebocoran gas PT. Smelting akhirnya mendudukkan kedua belah pihak antara PT. Smelting dengan warga yang menjadi korban. Kedua belah pihak sepakat melakukan negosiasi terkait kompensasi atas kebocoran gas yang membawa korban puluhan orang. Mediasi terbuka yang difasilitasi Camat Manyar di Balai Desa Roomo.

Negosisasi berjalan cukup alot sebab ada beberapa poin dari tuntutan warga yang belum tercapai kata sepakat dan harus dikonsultasikan ke PT. Mitsubishi di Jepang. Mediasi terbuka yang difasilitasi Camat Manyar, Jairuddin tersebut, ada 12 poin tuntutan warga yang dibacakan oleh Achmadi sebagai perwakilan warga yakni PT. Smelting menyediakan dan memberikan masker gas, masker cupatau (partikular respirator kepada seluruh warga Desa Roomo dan 1 buah oksigen kemasan kaleng setiap rumah.

Selain itu, PT Smelting harus menyediakan alat pendeteksi polusi udara atau gas detector otomatis dan manual dan dipasang setiap sudut desa dan tempat strategis serta menentukan tempat kumpul ketika terjadi kebocoran. Disamping itu, PT. Smelthing wajib memiliki tim tanggap darurat.
“Warga yang mengalami sakit karena dampak kebocoran gas, maka PT. Smelting wajib memberikan pengobatan di rumah sakit hingga sembuh seperti sediakala secara medis dan biaya sepenuhnya ditanggung PT. Smeltting,”ujarnya.

Baca:  Gas Smelting Bocor Puluhan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Tuntutan lainnya, apabila korban meninggal dunia, wajib memberikan santunan 500 juta .Jika korban memiliki tanggungan keluarga, kata Achmadi, biaya pendidikan anaknya menjadi tanggungjawab PT Smelting hingga selesai sarjana (S-1) Warga juga menuntut paska insiden kebocoran gas Minggu (07/07 ) kemarin, PT. Smelthing wajib memberikan pemeriksaan dan layanan kesehatan kepada warga dalam minggu ini. Termasuk wajib memberikan pemeriksaan dan layanan rutin sebulan sekali.

“Karena insiden sudah kesekian kali di PT Smelthing maka warga Roomo minta kompensasi sebesar Rp. 10 milyar. Apabila ada kebocoran lagi, PT. Smelting wajib memberi kompensai sepuluh kali lipat dari sekarang,”tukasnya.

Dalam tuntutannya warga menyatakan, bahwa, hasil kesepakatan berlaku selama PT. Smelting beropearsi di Desa Roomo. Selain itu, PT. Smelthing wajib menjamin keselamatan jiwa semua warga Desa Roomo dari tindakan penculikan atau kekerasan piihak ketiga.

Baca:  Kejati Pailitkan Perusahaan Pengemplang Pajak Gresik

” Apabila tak sepakat, demo terus berlanjut,”pungkasnya.

Setelah rapat internal di balai desa, Divisition Manager of General Administration PT Smelting, Syaiful Bachri menyatakan, bahwa, pihaknya ssepakat dengan tuntutan warga. Kecuali masalah besarnya kompensasi. ” Perusahaan akan memberikan donasi sebesar Rp. 5 milyar yang diangsur selama 5 tahun,”ujarnya.

Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh warga dalam dialog yang dijubeli seluruh warga Desa Roomo meskipun mereka hanya diluar pagar kecuali perwakilannya. “Apa artinya uang Rp. 3 milyar bagi PT. Smelting. Masyarakat juga tidak mau diangsur kayak kredit sepeda motor,”ujar salah satu perwakilan warga, Drs. H. M. Khudori, M.Si yang juga pensiunan PNS tersebut.

Akhirnya, negoisasi kembali deadlock dan managemen melakukan rapat internal di salah satu ruangan di Balai Desa Roomo. Managemen PT. Smelthing akhirnya menyetujui seluruh tuntutan warga setelah negoisasi sempat deadlock di balai desa Roomo Kecamatan Manyar. Sebenarnya, warga sudah menurunkan tawaran sebesar Rp. 8 milyar dari tuntutannya sebesar Rp. 10 milyar. Tetapi, belum ada kata sepakat.

Baca:  Ratu Narkoba Gresik di Tuntut 8 Tahun Penjara

Akhirnya, negoisasi kembali deadlock dan managemen melakukan rapat internal di salah satu ruangan di Balai Desa Roomo. Usai rapat, Divisition Manager of General Administration PT Smelting, Syaiful Bachri kembali menawar sebesar Rp. 7 milyar. Namun, kembali perwakilan warga menolak tawaran tersebut.

Karena warga tak bergeming, akhirnya managemen PT Smelting menyetujui semua tuntutan warga termasuk kompensasi sebesar Rp. 8 milyar yang disambut dengan gembira.  “Kita minta waktu satu Minggu. Nanti detailnya kita buat bersama dengan disaksikan Muspika,”tandas Syaiful Bachri.(sumber:gresiksatu.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

5 Comments

  1. Warga terlihat mengambil kesempatan dalam kasus ini. Semestinya area industri jauh dari perumahan warga. Kok bisa mereka tinggal disana…? Memang saudara2 kita pinter cari kesempatan. HARAM…

    1. Bukan pt smelting yg dulu menempati daerah tersebut,tapi desa itu sudah ada sebelum para “PENJAJAH” itu masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman