Home » Gresik » Peristiwa » Oknum PDAM Gresik Terlibat Pidana Sambungan Ilegal
kepala pdam gresik

Oknum PDAM Gresik Terlibat Pidana Sambungan Ilegal

kepala pdam gresikOknum PDAM Gresik Terlibat Pidana Sambungan Ilegal. Persoalan yang menimpa PDAM Gresik kian ruwet, setelah persoalan air mampet berbulan-bulan dan demo masyarakat yang dirugikan, ternyata borok PDAM Gresik kian terkorek.

Hal ini terjadi ketika seorang Seorang oknum petugas PDAM Kabupaten Gresik berinisial TO, dilaporkan ke polisi oleh Khoirul Anam warga Desa Ngebret Cerme.

Pelapor merasa dirugikan oleh oknum PDAM karena sambungan air bersih di rumahnya ternyata ilegal. Itu diketahui setelah pelapor melakukan klarifikasi ke Kantor PDAM terkait keberadaan sambungan di rumahnya yang tidak ditagih oleh manajemen BUMD air bersih tersebut. Selain melaporkan ke polisi, pelapor juga menyampaikan keluhannya ke Bupati Gresik.

Baca:  Konflik Desa Sumur Ber Kecamatan Panceng Memanas

“Ada unsur penipuan dan pidana. Sudah kami laporkan ke Polsek Cerme dan surat untuk Bupati yang menjadi pemimpin daerah membawahi PDAM,” ujar Hariyadi selaku kuasa hukum Khoirul Anam, sebagaimana dilansir Radar Gresik.

Dijelaskan, kasus itu terjadi M r t 2012. Saat itu, Khoirul berniat mengajukan pemasangan instalasi air bersih PDAM di rumahnya. Lewat bantuan perangkat desa, dia akhirnya dipertemukan dengan TO, oknum petugas PDAM Cerme.

Setelah disepakati tarif penyambuangan air PDAM itu senilai Rp 3 juta seminggu kemudian instalasi PDAM di rumah Khoirul terpasang. Tidak lama kemudian air mengalir ke rumahnya.

Sebulan setelah air mengalir, kejangalan mulai terungkap. Pelapor ternyata tidak pernah menerima surat tagihan dari PDAM. Saat ditanyakan kepada TO, tidak ada jawaban yang memuaskan. Merasa ada yang ganjil, Khoirul melapor ke kantor PDAM pusat. Diluar dugaan, manajemen PDAM
menyatakan jika Khoirul terdaftar sebagai pelanggan PDAM Gresik.

Baca:  Pemkab Gresik Gandeng Perusahaan Korea Sediakan Air Bersih

Tidak lama setelah menerima konfirmasi, pihak PDAM memutuskan sambungan air ke rumah Khoirul. Perusahaan milik Pemkab Gresik juga membebankan denda denda sebesar Rp 11 juta karena dianggap mencuri air. “Khoirul boleh mendaftar lagi ke PDAM asal membayar Rp 2 juta
dan melunasi denda,” ujar Haryadi pengacara korban.(radargresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *