Peristiwa

Pabrik Pupuk Ilegal di Sidayu Gresik Diamankan Mabes Polri

Pabrik Pupuk Ilegal di Sidayu Gresik Diamankan Mabes Polri. Satuan Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes Polri menggrebek pabrik pupuk ilegal seluas 1 hektare di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/6).

“Tersangka yang kami tangkap masih satu orang yang merupakan pemilik pabrik berinisial AR, dan pabrik itu telah memproduksi puluhan jenis pupuk seperti NPK, SP36, Phonska serta berbagai merek lainnya,” kata Direktur Tipiter Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Drs Yazid Fanani di Gresik.

Dia menjelaskan, penggrebekan dilakukan karena produksi pupuk dari pabrik tersebut dibawah standar atau tidak sesuai dengan label yang ada di karung pupuk. Hal itu dianggap telah menyalahi aturan pemerintah.

Baca:  Siswi SMP di Manyar Gresik Disetubuhi tetangga Sejak SD

“Penggrebekan ini dilakukan karena sesuai dengan program pemerintah yang akan mewujudkan swasembada pangan. Penggrebekkan ini untuk melindungi petani dari penggunaan pupuk yang tidak sesuai standar,” ucapnya.

Dari hasil penggrebekkan, polisi menyita beberapa bahan pembuat pupuk, seperti Pospat sebanyak 350 ton, dolomit, pewarna lebih dari 30 ton, serta pupuk yang siap kirim sebanyak 30 ton.

“Kita masih melakukan pengembangan dari hasil penggrebekkan ini, sebab distribusi pupuk ilegal ini sudah ada di berbagai tempat, yakni sebagian berada di Jatim dan sebagian lain dijual di luar Jawa yaitu daerah Sumatera,” ujarnya.

Polisi telah menetapkan seorang tersangka, yakni AF. Dia disebutkan sebagai pemilik pabrik dan kelengkapan produksi yang disita itu, termasuk dua unit truk dan sebuah bak mobil terbuka yang juga telah dililitkan dengan police line.

Baca:  Tanpa Pengawasan Reklame Bando di Gresik Ambruk

Yazid mengatakan, modus yang dilakukan AF adalah memalsukan pupuk aneka merek dengan menggunakan bahan baku dolomit (batu kapur). Batuan itu dicampurnya dengan fosfat alami dan diberi pewarna lalu dijual seharga Rp 425 ribu per karung.

“Jadi tersangka memalsukan isi dari pupuk yang berbeda dengan keterangan pada label kemasan,” kata Yazid sambil menambahkan, “Mereka hanya meniru beberapa produsen pupuk tapi isinya tidak sesuai.”

Dari hasil pemeriksaan polisi, AF telah menjalankan pabriknya itu selama dua tahun. “Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan tentang siapa penadahnya maupun pemesannya.”

Akibat perbuatannya itu AF disangka melanggar Undang-undang Nomor 12 Tahun 1996 tentang Sistem Budidaya Tanaman atau Memproduksi Barang yang Tidak Sesuai dengan Standarnya. Selain itu tersangka juga dijerat dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Maksimal hukumannya lima tahun penjara,” kata Kepala Kepolisian Resor Gresik Ajun Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo.

Baca:  Pelaku Curanmor di Gresik Spesialis Kekerasan di Bekuk Polisi

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman