Jawa Timur

Pabrik Rokok Jatim yang Gulung Tikar Mencapai 1.468

pabrik rokok jatimJawa Timur -Pabrik rokok jatim yang gulung tikar sudah mencapai ribuan industri. Ini terjadi karena pola kebijakan pemerintah pusat yang cenderung berpihak pada perusahaan rokok besar dan mengebiri perusahaan rokok kecil. Padahal produksi rokok terus tumbuh dan mencapai angka hampir 300 miliar batang pertahun.

Produksi rokok terus tumbuh. Jika tahun 2011 lalu mencapai 294 miliar batang, tahun ini diperkirakan mencapai 320 miliar batang.  Namun, pertumbuhan produksi itu tidak seiring dengan kondisi pabrik rokok yang jumlahnya terus berkurang. “Setidaknya, sampai saat ini 1.468 pabrik rokok di Jawa Timur sudah gulung tikar akibat tidak adanya keberpihakan pemerintah pusat, khususnya terhadap pabrik rokok skala kecil yang pabriknya berdiri di lahan dengan luas kurang dari 200 meter,” kata Ketua Gapero Surabaya Hj. Sulami Bahar.

Baca:  Pabrik Rokok Mulai Beli Hasil Panen Tembakau Jatim

Ia mengungkapkan, tahun 2007 di Jatim ada 2.344 pabrik rokok besar dan kecil, namun tahun 2010 menyusut menjadi 1.100 industri dengan produksi sekitar 18 miliar batang. Pada 2012 ini, jumlahnya terus berkurang yang kini tinggal 876 industri. “Diperkirakan pabrik
yang tutup akan terus bertambah,” kata dia.

Ia menambahkan, perlakuan cukai yang disamakan antara pabrik skala kecil dengan perusahaan besar, turut mendorong tutupnya pabrik rokok di Jatim. Untuk mempertahankan industri rokok di Jatim, Sulami berharap perusahaan yang ada tidak lagi menggunakan tembakau
impor dan tidak ada lagi diskriminasi pada industri kecil. “Industri skala kecil tentunya perlu dilindungi,” kata Sulami.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Budi Setiawan mengatakan, selama ini ada proses pelemahan industri rokok. Mulai dari adanya aturan pembatasan luasan area pabrik hingga rencana pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau.

Baca:  Ekspor Nonmigas Jatim Bidik Pasar Afrika Selatan

Imbasnya, industri rokok dan tembakau di Jatim menyusut. “Ketika industri tembakau di Jatim terusik, maka ekonomi Jatim pasti akan terganggu,” kata Budi. Dalam jangka panjang, lanjut dia, dikhawatirkan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim. Pasalnya, Jatim memberikan kontribusi yang besar terhadap ekonomi nasional.

“Jatim adalah pusat industri rokok, karena provinsi ini penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Tahun ini diperkirakan mencapai 200 ribu ton. Cukup untuk kebutuhan industri rokok. Namun anehnya industri rokok yang masih impor tembakau,” kata Budi. (za/hen/jpnn/rdrsby)

*)gmbar: karyaburuh.blogspot.com

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman