Home » Uncategorized » Panwaslih Jember temukan perbedaan Nama Bacawabup dalam KTP dan Ijazah

Panwaslih Jember temukan perbedaan Nama Bacawabup dalam KTP dan Ijazah

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Jember menemukan perbedaan penulisan nama salah seorang bakal calon wakil bupati dalam ijazah SMA dan KTP nya. Bakal calon wakil bupati tersebut adalah Abdul Muqit Arif yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren Al-Falah Desa Karangharjo Kecamatan Silo.

Kabupaten Jember merupakan satu dari belasan kabupaten/kota yang akan mengikuti Pilkada serentak di Jawa Timur. Ada dua pasangan calon yang akan berlaga yakni Sugiarto – M Dwikoryanto dan Faida – Muqit Arif.

Sebagai syarat pendaftaran, masing-masing bakal calon harus menyerahkan sejumlah berkas, termasuk ijazah dan KTP. Tahapan Pilkada saat ini adalah pemeriksaan berkas dan perbaikan berkas hingga 7 Agustus 2015.

Baca:  Karna Cemburu Suami Nekat Bakar Diri

Dalam pemeriksaaan berkas, Muqit yang dalam Pilkada Jember 9 Desember 2015 nanti berpasangan dengan Faida memiliki perbedaan nama yang ditemukan pada ijazah SMA dan KTP.

Di dalam ijazah SMAnya tertulis nama Muhammad Muqit. Sementara itu, di KTPnya tertulis nama Abdul Muqit Arif.

Menindaklanjuti kejanggalan ini, KPU dan Panwaslih melakukan verifikasi terhadap semua berkas.

“Ternyata dalam pemeriksaan itu, kami temukan adanya perbedaan penulisan di ijazah dan KTP,” ujar anggota Panwaslih Jember Nur Ellya Anggraeni, Selasa (4/8/2015).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada KPU Jember untuk kemudian menghubungi calon untuk memberitahukan kekurangan atau kekeliruan berkas yang diterima.

Ketua KPU Jember Ahmad Anis pun sudah memberi tahu Muqit melalui penghubung/leason officer (LO) pasangan Faida – Muqit terkait kejanggalan tersebut.

Baca:  Biadab, Karyawan Bank Panin Tuban Perkosa Anak TK

“Penelitian sudah dilakukan, dan terkait adanya perbedaan nama ini sudah kami beritahukan kepada LO pasangan itu,” ujar Anis.

Anis menjelaskan bahwa ijazah SMA yang diserahkan merupakan ijazah asli. Maka kesalahan nama tersebut diduga terjadi karena kekeliruan penulisan di salah satu berkas, apakah ijazah atau KTP.

“Ijazahnya asli hanya ada perbedaan nama saja dengan identitas di KTP,” imbuh Anis.

Untuk memperbaiki perbedaan nama itu, KPU Jember memberi waktu kepada Muqit hingga 7 Agustus 2015. Pihak Muqit sendiri sudah meminta pihak sekolah untuk mengeluarkan surat keterangan terkait perbedaan tersebut.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *