Home » Griya » Para Pengusaha Mebel Protes Kepada Pemerintah

Para Pengusaha Mebel Protes Kepada Pemerintah

Perkembangan industri mebel awal tahun 2016 di Indonesia menurun. Terjadi sekitar 6% penurunan yang dialami oleh para pelaku usaha mebel.

Adapun penyebabnya adalah para pengusaha mebel kesulitan dalam memperoleh bahan baku kayu impor karena sejumlah regulasi administrasi yang begitu ketat terlebih untuk kayu dari hasil hutan.

Perihal penyebab lesunya perkembangan industri mebel di Indonesia tersebut disampaikan oleh anggota AMKRI, Johanes Sumarno.

Johanes mengatakan jika para pengusaha mebel merasa dipersulit untuk memperoleh bahan baku kayu impor. Para pengusaha diharuskan untuk melewati sejumlah regulasi impor kayu yang panjang. Bila keadaan seperti ini tidak segera diatasi maka para penguasaha akan mengalami situtasi yang sangat buruk.

Hal ini terjadi karena perusahaan mebel tidak dapat memproduksi mebel yang telah dipesan dari mancanegara. Tentunya ekspor mebel akan semakin memburuk.

Peraturan terkait bahan baku kayu impor tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 97/2015 yang menyatakan jika impor kayu dari hasil hutan harus memperoleh rekomendari yang berasal dari Kementerian Kehutanan.

Dengan aturan tersebut para pengusaha harus diribetkan dengan mencari sejumlah data atau informasi tentang kayu hutan yang akan diimpor tersebut.

Pendapat yang sama datang dari Sekjen AMKRI, Abdul Sobur. Sobur mengatakan jika mengurus perizinan saja susah bagaimana para pelaku usaha mebel di Indonesia akan sukses.”ungkapnya.

Kebutuhan kayu impor tersebut dikarenakan kayu tersebut hanya ada di sana seperti kayu Oak, kayu Cerry serta kayu Mapple yang datang dari Amerika Serikat.

Lantaran harus mengurusi perijinan yang panjang maka produksi mebelpun terlambat akhirnya sejumlah pesanan tidak dapat dikerjahkan,”keluhnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *