Home » Uncategorized » Partai Nasdem Jatim Bergolak Sebagian Jajaran Pengurus Mundur
nasdem jatim
detikfoto

Partai Nasdem Jatim Bergolak Sebagian Jajaran Pengurus Mundur

nasdem jatim
detikfoto

Partai Nasdem Jatim Bergolak Sebagian Jajaran Pengurus Mundur. Gejolak partai Nasdem yang terjadi perpecahan di level elit akhirnya merambat ke Partai Nasdem Jatim. Pasca terpilihnya Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem, kader dan pengurus di DPW Jawa Timur mulai mretheli (rontok). Mereka kecewa dengan sikap dan kebijakan partai yang dinilai sudah tidak sejalan.

“Kami kecewa karena partai karena sudah tidak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi dan restorasi,” ujar Sekretaris DPW Partai Nasdem Jatim, M. Mirdasy, di sela pengunduran diri. M. Mirdasy termasuk salah satu pengurus yang menyerahkan identitas dan melepas atribut partai. Selain itu, ada nama Siti Nasyi’ah, Darojat, dan Amrullah selaku Wakil Sekretaris. Kemudian Dini selaku wakil ketua serta Brigita Manohara selaku wakil bendahara.

Dari unsur sayap Ormas Nasdem khususnya dari Garda Pemuda Nasdem Jatim juga mundur, seperti Badaruddin selaku sekretaris, Zulfikar Mahdanie selaku bendahara, Zaenul selaku wakil bendahara, Wawan selaku wakil ketua. Selanjutnya, Ketua Bidang Hubungan Internal Ilham, Komandan Baret Dedi Iswariyanto, Humas Daniel Lukas Rorong, Garda Wanita Nasdem Jatim Lanny, Badan Rescue Nasdem Jatim Toni.

Baca:  HIPMI Surabaya Berusaha Memacu Akses UMKM

Dalam aksinya, mereka melakukan aksi jalan mundur dengan mulut ditutup lakban hitam dari depan kantor DPW. Mereka juga membawa poster-poster bertuliskan bentuk kekecewaan terhadap partai.

“Kami mengundurkan diri karena memang sudah tidak sejalan secara idealisme awal,” ujar Amrullah, Wakil Sekretaris DPW Nasdem Jatim. Awalnya, kata Amrullah, semua masuk ke Partai NasDem, karena ingin memperbaiki nasib bangsa. Tapi, seiring berjalannya waktu, termasuk terpilihnya Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem, mereka sudah melihat partai sudah tidak menjunjung demokrasi.

“Karena cara-cara berdemokrasi yang dicontohkan SP (Surya Paloh) sebagai tokoh restorasi, menciderai demokrasi dan melenceng dari cita-cita restorasi dan gerakan perubahan,” jelasnya.

Rencananya, pernyataan mundur beberapa pengurus Partai Nasdem Jatim tersebut dilakukan hari ini. Mereka akan mendatangi Kantor DPW di Jl Raya Darmo untuk menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi sekaligus melepas atribut seragam NasDem yang dikenakannya. Selanjutnya, mereka akan melakukan aksi jalan mundur dengan mulut ditutup lakban warna hitam.

Baca:  Pemerintah Abai, Warga Demo Jalan Rusak Pantura Gresik

Kenyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua DPW Partai NasDem Jatim Tedjo Edhi beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa kepengurusan Partai NasDem Jatim solid.  Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur Laksamana (Purn TNI) Tedjo Edhy Purdijatno menilai, pengunduran diri beberapa pengurus dan sayap organisasi tidak mempengaruhi roda organisasi. Tedjo menilai, mereka kelompoknya Hary Tanoe

“Bisa anda lihat sendiri. Di kantor masih banyak orang. Mereka keluar nggak ada pengaruhnya, karena sistem di kita sudah berjalan,” ujar Tedjo kepada wartawan di kantor DPW Partai NasDem Jatim, Jl Raya Darmo Surabaya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) ini mengatakan, pengurus yang mengundurkan adalah bukan siapa-siapa dan tidak menjalankan tugasnya sesuai tanggung jawabnya. “Mereka itu siapa, tokoh juga bukan. Mereka jarang bekerja. Mereka datang sendiri, keluar sendiri ya kita ucapkan terima kasih telah bersama dengan NasDem,” katanya.

Baca:  Wiwin Suwandi Sekretaris Ketua KPK Pembocor Sprindik Anas

Justru, Tedjo menilai sejak 6 bulan lalu, mereka sudah berusaha merong-rong Partai NasDem. Bahkan mereka termasuk kelompoknya Hary Tanoe dan di bawah komando mantan Sekjen DPP Partai NasDem A. Rofiq, ingin mengganggu NasDem di beberapa daerah seperti Jawa Barat maupun Jakarta. (antara/detik, edtr:adit)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *