Uncategorized

Pelabuhan Paciran Akan Menjadi Penyeberangan Utama Jatim

Pelabuhan Paciran Akan Menjadi Penyeberangan Utama Jatim. Resmi sudah Pelabuhan Penyeberangan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Paciran, Lamongan, dioperasikan, seiring dengan ditandainya penyiraman air ke badan Kapal Motor Penumpang (KMP) Jatra III rute Paciran- Garongkong Sulsel, oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono, bersama Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Lamongan Fadeli, Senin (29/4).

PelabuhanPaciran berada di Desa Tunggul Kecamatan Paciran ini, diproyeksikan menjadi pusat pelabuhan penyeberangan menuju Indonesia Timur, dan menjadi pintu gerbang Jawa Timur untuk Indonesia, karena letak geografis yang sangat mendukung, apalagi Lamongan di wilayah Pantura adalah menjadi kawasan ekonomi khusus dengan banyaknya perusahaan yang tumbuh dan berkembang.

Pengelola pelabuhan Paciran selanjutnya menjadwalkan pelayaran normal rute Paciran-Garongkong satu minggu sekali dengan kapal jenis Ro-Ro. Kapal ini mampu mengangkut 72 kendaraan dan 458 penumpang dengan lama perjalanan sekitar 36 jam. Di saat yang sama juga diserahkan ijin operasional untuk pelabuhan penyeberangan serupa di Raas Sumenep dan Pelabuhan Bawean di Gresik oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Suroyo Ali Muso.

Baca:  Lakukan perbuatan asusila, Anggota DPRD Divonis 5 Bulan Penjara

Disebutkan Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi, secara bertahap, nanti akan dibuka rute baru Paciran-Gresik-Bawean, Paciran-Pulang Pisau (Kalimantan Tengah) dan rute Paciran-Kendal-Jakarta. Rute ke Pulang Pisau akan dibuka pada penghujung tahun ini atau setidaknya di awal tahun 2014. Demikian pula rute ke Kendal-Jakarta sudah dikaji oleh Kemenhub.

“Rute baru tidak akan dibuka lagi di Tanjung Perak. Karena pelabuhan ini sudah padat. Rute baru hanya akan dibuka di Pelabuhan Paciran. Kepada Kementerian Perhubungan, kami mengusulkan agar kapal penyeberangan yang saat ini masih sandar di Tanjung Perak agar dipindah ke Paciran agar semakin optimal,” ujar Wahid Wahyudi.

Pelabuhan Paciran Akan Menggantikan Pelabuhan Peyeberangan Perak

Dia mengungkapkan, Pelabuhan Paciran dibangun dengan klasifikasi Kelas I. Dengan kedalaman pelabuhan mencapai minus 8 meter LWS (air pasang terendah). Sehingga bobot kapal maksimal yang bisa bersandar adalah 8 ribu GRT (gross registered tonnage).

Wahid menyatakan, keberadaan Pelabuhan Paciran itu akan mampu menjadi stimulus sehingga Paciran dan sekitarnya bakal menjadi pusat aktifitas ekonomi baru di Jatim bagian utara. Terutama karena dilewati akses jalan nasional eks Daendels.

Baca:  DPP PDIP Mulai Penjaringan Cagub Jatim 2013

Kepada Kemenhub, agar arus kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Paciran semakin lancar, dia mengusulkan jalan radial ruas Paciran-Sukodadi agar ditingkatkan sehingga bisa dilewati kendaraan barang. Juga jalur Lamongan-Gedek (Mojokerto) agar ditingkatkan pula sehingga bisa menjadi jalur alternatif ketika jalur lain terendam banjir Kali Lamong seperti peristiwa tahun lalu.

“Diresmikannya pelabuhan ini sebagai upaya agar aktifitas perekonomian tidak hanya berpusat di Surabaya. Lebih dari itu, ini sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan pelayanan angkutan penyebarangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga keberadaan Pelabuhan Paciran ini merupakan perwujudan nyata Jatim sebagai pintu untuk nusantara,” papar Wahid.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Bambang Hadjar menambahkan, kalau pelabuhan Paciran menempati areal sekitar 4,7 hektare, yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2005 itu dibiayai anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Jatim dan Pemkab Lamongan. Pemerintah pusat membangun sisi laut, Pemprov Jatim membangun sisi darat dan Pemkab Lamongan menyediakan lahannya.

Pelabuhan ini memiliki fasilitas di sisi laut diantaranya causeway, trestle, platform dermaga, plencengan utama, plencengan di platform, catwalk, breakwater sisi barat dan timur serta kolam pelabuhan. Sementara di sisi darat tersedia fasilitas lapangan parkir, gedung terminal dua lantai, toilet umum, kantin, pos jaga, instalasi air bersih, genset dan rumah genset, sarana penerangan, reservoir air, tangki BBM dan Musholla.

Baca:  Formasi CPNS Madiun 2014 Dijatah 32 Kursi

Fasilitas keselamatan juga tersedia berupa menara suar dan rambu pintu masuk. Selain itu juga ada bunker BBM, bunker air dan terminal transit di atas platform.

Soekarwo dalam kesempatan itu mengatakan, diresmikannya pelabuhan Paciran ini menjadi peluang besar untuk Lamongan. “Karena bukan hanya akan meningkatkan perdagangan antar pulau, namun juga bisa meningkat menjadi perdagangan antar Negara. Terlebih jika nanti sistem perdagangannya sudah on line, menggunakan e commerce. Trust, kejujuran dan kepercayaan,adalah modal utama dalam e commerce. Sekali lancung dalam e commerce, selamanya tidak akan bisa menjadi pengusaha,” pesan dia.

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman