Pendidikan Gresik

Pelajar SMA Gresik Temukan Alat Uji Formalin dari Kulit Buah Naga

Pelajar SMA Gresik Temukan Alat Uji Formalin Alami. Siswa SMA Hidayatus Salam, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Fairuz Fatin Bahriyah menemukan manfaat kulit buah naga untuk mengetahui kandungan formalin dan boraks dalam sebuah makanan.

Ide awal pemanfaatan kulit buah naga, yakni ketika dirinya bersama sejumlah rekannya ingin mencari zat pendeteksi formalin dan boraks, hal ini didasari karena banyaknya bahan makanan di pasaran yang menggunakan kedua bahan itu.  “Ide awal muncul setelah saya melihat banyaknya makanan yang menggunakan formalin dan boraks untuk bahan pengawet, kemudian menemukan kulit buah naga sebagai alat pendeteksi formalin dan boraks,” katanya.

Lebih lanjut Fatin menjelaskan bahwa kulit buah naga yang juga disebut “Hylocereus Costaricensis” dapat digunakan mendeteksi adanya zat formalin secara mudah tanpa bahan kimia lainnya. “Pertama, makanan direndam terlebih dahulu dalam air yang dicampur kulit buah naga, kemudian jika makanan itu menggunakan formalin atau boraks akan memberikan warna merah yang lebih lama pada kertas tisu, dibanding dengan makanan tanpa formalin,” katanya.

Baca:  Lima Siswa SMA Gresik Mengikuti Unas 2013 di Tahanan

Ia menjelaskan, proses pendiaman makanan dalam air kulit buah Naga dilakukan selama 10 menit, sehingga warna tisu akan semakin terlihat merah, sedangkan bagi makanan yang tidak mengandung formalin akan tetap terlihat putih. Fatin mengatakan dirinya bersama sejumlah rekannya telah melakukan percobaan pada makanan bakso dan tahu.

“Untuk pentol yang mengandung boraks, dalam percobaan itu akan terlihat warna ungu pudar, dan pentol yang tidak mengandung boraks warnanya merah muda, atau warna asal kulit buah naga,” katanya. Selain itu, praktik pada teh yang mengandung boraks akan menjadi coklat, dan yang tidak mengandung boraks akan menjadi merah muda seperti warna asal kulit buah naga.

Baca:  Pemkab Gresik Akan Bangun Akademi Komunitas Negeri

Menanggapai temuan itu, Kepala SMA Hidayatus Salam, Misbahul Abidin, mengaku bangga atas temuan siswa-siswinya, sebab sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Formalin adalah senyawa disinfektan kuat yang dapat membasmi berbagai bakteri pembusuk, dan formalin umumnya digunakan sebagai pengawet mayat, bukan untuk pengawet makanan,” katanya.

Penggunaan formalin dalam makanan, akan sangat berbahaya bagi kesehatan, sebab akan menyebabkan berbagi penyakit, seperti rasa panas pada mulut, kerongkongan serta pada lambung. “Gejala lain yang bisa ditimbulkan dari makanan berformalin adalah rasa sakit yang amat sangat, pingsan mendadak, diare, kerusakan hati bahkan kematian,” katanya. (antara/abd. malik)

Baca:  Kampus Agro Techno Park Akan Berdiri di Kecamatan Panceng Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman