Pendidikan Gresik

Pelajar SMAN 1 Wringinanom Teliti Kali Surabaya

sman 1 wringinanomMusim kemarau, pencemaran di Kali Surabaya berpotensi meningkat. Untuk meneliti kualitas air sungai yang menjadi bahan baku air bersih warga Gresik dan Surabaya ini, sebanyak 35 siswa SMAN 1 Wringinanom bersama LSM Ecoton melakukan penyisiran di Kali Surabaya. Kegiatan penelitian difokuskan pada penyisiran sungai untuk mencari serangga air yang hidup di sepanjang daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Surabaya.

Ada hasil yang mengejutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim yang dibagi menjadi tiga kelompok ini. Sepanjang Kali Surabaya siswa SMAN 1 Wringinanom menyimpulkan bahwa air kali tersebut kotor dan pencemarannya agak berat. Menurut Ronald Noviandi siswa kelas 11 IPA-1, setelah melakukan pengamatan terhadap kualitas air, dia dan rekannya mengetahui kadar pencemaran.

Baca:  Banyak Proyek Belum selesai, DAK Pendidikan Gresik Terancam Macet

“Kami menggunakan penelitian terhadap adanya serangga air untuk mengetahui kualitas air yang dijadikan air PDAM tersebut. Dan hasilnya pencemarannya menjadi agak berat, karena banyak ditemukan udang atau atyidae,” katanya. Dijelaskannya, dengan mengetahui serangga yang hidup di air akan diketahui kualitas air tersebut.

Ronald menambahkan, grup A kualitas air yang baik ada anak capungnya (aeshnidae).Grup B kualitas air yang sedikit pencemaran ditemukan anak kunang-kunang (lampiride). Sementara Grup C pencemaran air mulai sedang bila ditemukan udang (atyidae). “Sedangkan grup D bila pencemaran
air tersebut berat ditemukan adanya cacing merah atau tubificidae. Biasanya di Kali Jagir Surabaya banyak ditemukan cacing ini karena para pencari cacing darah dijual untuk digunakan umpan ikan bagi para pemancing. Jadi di kali Jagir pencemarannya berat,” jelasnya.

Baca:  SMPN 4 Gresik Diinvestigasi Dispendik Terkait Pungli Seragam

Sementara itu Riska Dharmawanti staf riset dan pengembangan dari LSM Ecoton mengatakan, dari penelitian ini dapat diketahui tingkat pencemaran. “Pencemaran di Kali Surabaya meliputi sisa limbah pabrik gula di Gempol Kerep, detergen rumah tangga, buangan sampah, kotoran sapi karena di daerah sini ada peternaknya dan pabrik tepung rose brand di Mojokerto,” katanya.

Menurut Riska, diadakannya penelitian siswa SMAN 1 Wringinanom setiap seminggu sekali akan diketahui tingkat pencemaran. “Selain pengamatan di kali Surabaya yang berada di Wringinanom kami juga punya kegiatan tanam pohon agar dapat mengurangi pencemaran,” ujarnya. Ditambahkan Riska, para siswa tersebut juga mensosialisasikan pada warga di sekitar Kali Surabaya untuk jangan sampai buang sampah di kali atau sungai. (*/ris/Sandhiarta/RadarGresik/JPNN)

Baca:  Asean School Game Digelar Di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman