Home » Uncategorized » Pembiayaan UMKM, Bank Wajib Kucurkan 20 Persen Kredit UMKM
pembiayaan UMKM

Pembiayaan UMKM, Bank Wajib Kucurkan 20 Persen Kredit UMKM

pembiayaan UMKM
antara foto

Pembiayaan UMKM, Bank Wajib Kucurkan 20% Kredit UMKM . BI akan segera merilis ketentuan yang mewajibkan perbankan mengatur tahapan pencapaian target 20 persen porsi kredit untuk Pembiayaan UMKM. Langkah ini untuk mendorong peningkatan kredit kepada UMKM karena selama ini pembiayaan untuk sektor ini masih rendah dibanding alokasi kredit untuk industri perbankan.

Saat ini, baru sekitar 17,7 persen Pembiayaan UMKM yang mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa aturan porsi kredit perbankan sebesar 20% bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai diterapkan semua bank pada 2018, dengan pelaksanaan secara bertahap sejak 2013.

Asisten Direktur Departemen Pembiayaan UMKM Bank Indonesia Bandoe Widiarto mengatakan, BI akan segera mengeluarkan ketentuan yang mengatur tahapan pencapaian 20 % porsi kredit untuk UMKM setelah sebelumnya diumumkan pada acara Bankers Dinner akhir Nopember lalu.

Baca:  Pedagang Daging Jatim Paksa Gubernur Buka Impor Daging

“Rencananya ketentuan yang akan mengatur porsi 20 % untuk kredit UMKM itu sudah harus dipenuhi pada 2018, setelah melalui berbagai tahapan mulai 2013,” kata Bandoe di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2012).

Menurutnya, ketentuan itu merupakan upaya BI untuk meningkatkan akses Pembiayaan UMKM dan untuk mendukung program inklusi keuangan, sehingga bank diwajibkan untuk menyalurkan sebagian dananya ke UMKM.

Tahapan pelaksanaan ketentuan ini, lanjut Bandoe adalah dengan memberikan masa transisi sekitar dua hingga tiga tahun sebagai tahap persiapan dan tidak dikenakan disinsentif selama masa transisi itu.

Dengan ketentuan itu, bank umum wajib memberikan kredit atau pembiayaan UMKM, dengan jumlah kredit ditetapkan paling rendah 20% yang dihitung berdasarkan rasio kredit terhadap total kredit atau pembiayaan.

Baca:  Nyamannya LS Coffe Resto dan Cafe Sidoarjo

Bandoe menjelaskan, dalam memenuhi prosentase yang ditetapkan, bank umum dapat melakukan pemberian kredit Pembiayaan UMKM secara langsung atau melalui kerja sama pola executing, chanelling dan atau pembiayaan bersama/sindikasi.

Sementara bagi kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri dan bank campuran, pemenuhan kewajiban pemberian kredit Pembiayaan UMKM berlaku juga untuk kredit ekspor non-migas.

Untuk mendorong bank mencapai target 20% ini, BI akan memberikan bantuan teknis dalam rangka mendukung pengembangan UMKM berupa penelitian, pelatihan, penyediaan informasi dan atau fasilitasi.

Selain itu, BI juga akan memberikan insentif antara lain dengan memberikan penghargaan pada bank yang memenuhi kriteria tertentu dalam pemberian kredit Pembiayaan UMKM.

Baca:  Jika tak hujan hingga Oktober, Petani Malang terancam gagal panen

Sementara, bank juga wajin memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dan besarnya dana pelatihan dihitung berdasar persentase tertentu dikalikan antara kredit UMKM yang wajib dipenuhi dengan realisasi pencapaian pada setiap tahapan.

Berdasarkan data BI hingga Oktober 2012 pagu kredit Pembiayaan UMKM mencapai Rp522 triliun atau 19,7% dari total kredit perbankan yang mencapai Rp2.653 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 13,3% atau di bawah pertumbuhan kredit secara umum 22,7% (kabarbisnis)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *