Home » Uncategorized » Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya (UB) Ricuh
pemira ub
prasetya.ub.ac.id

Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya (UB) Ricuh

pemira ub
prasetya.ub.ac.id

Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya (UB) Ricuh. Kampus sebagai simbol proses demokratisasi telah mengalami distorsi. Hal ini terbukti dari kericuhan pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya (UB) dimana trjadi pemukulan oleh satpan kepada salah satu tim sukses kandidat Presiden BEM Universitas Brawijaya.

Menyikapi hal ini, Rektorat Universitas Brawijaya (UB) membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) insiden kekerasan antara mahasiswa dengan petugas keamanan kampus hingga memakan satu korban, saat perhitungan suara Pemilu Raya BEM di kampus tersebut. “Untuk mengungkap fakta itu, kami bentuk tim pencari fakta,” tegas Ainurrosid kepada pers di Universitas Brawijaya, Senin (24/12) malam.

Ainurrosid, Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya ini menegaskan, belum dapat memastikan adanya insiden pemukulan satpam terhadap Hanyndio Permana, seorang mahasiswa pendukung salah satu calon yang memprotes proses Pemira.

“Bisa kami tegaskan itu belum terbukti,” tandas dia. Ainurrosid menyebut, Tim Pencari Fakta terdiri dari dosen, panitia, mahasiswa, serta elemen masyarakat Universitas Brawijaya itu akan bekerja maksimal satu pekan dengan hasil penyelidikan terkait adanya aksi kekerasan tersebut.

Baca:  Nasib Bunga, Diperkosa Bapak Tiri dan Dijual Ibu Kandung

Dikarenakan Universitas Brawijaya telah menyepakati anti kekerasan di dalam kampus. “Kita punya kode etik dan aturan, jika terbukti siapa saja, akan dikenakan sanksi, yakni dikeluarkan dari kampus,” ucap Ainurrosid dengan nada tinggi. “Satu pekan harus ada hasilnya,” ujar pria berkaca mata ini. Ditanya sikap rektorat jika aksi kekerasan itu terbukti? Ainurrosid dengan tegas akan memberikan sanksi berat.

Ia menambahkan, dengan diterjunkan TPF itu secara bersamaan menunda pengesahan hasil Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya yang sudah selesai masa perhitungan. “Kita tunda dulu, karena ada salah satu calon protes pemilu tidak jurdil serta adanya isu aksi kekerasan. Setelah semua tuntas, baru kita umumkan,” imbuhnya.

Ia juga tak memungkiri adanya perbedaan serta melibatkan belasan ribu pemilih menyebabkan proses Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya berjalan molor dari jadwal yang ditentukan. Meski begitu, sampai detik terakhir perhitungan selesai, Pemira berjalan lancar tanpa ada aksi protes berujung anarkis. “Memang molor sampai 12 hari, dan ini rekor terlama. Tapi anda lihat tadi proses penghitungan sampai selesai berjalan aman, tertib, dan lancar,” sebutnya.

Baca:  Tiga Mahasiswa UB Ikuti Young Sosial Entrepreneurs (YSE) di Singapura

Rencana ke depan, lanjut dia, proses Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya akan menggunakan fasilitas teknologi, dengan membuang cara konvensional untuk meminimalisir adanya kecurangan atau tindakan yang tak diinginkan. “Tahun depan kita manfaatkan IT, jadi tidak pola seperti ini lagi,” sambungnya.

Ajang Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya 2012 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Brawijaya (UB) berjalan ricuh, Senin (24/12) siang. Satu mahasiswa menjadi korban saat terlibat bentrok dengan petugas keamanan kampus.

Hanyndio Permana tim sukses salah satu calon ketua badan eksekutif mahasiswa ini harus dilarikan ke RSI Unisma, Kota Malang, setelah ambruk saat terlibat adu fisik dengan satpam di Gedung Widyaloka tempat Pemira digelar. Keluarga Hanyndio Permana mengancam akan membawa perkara kekerasan tersebut ke proses hukum. “Keluarga tidak terima dengan kejadian dan akan mempidanakan,” Nieco Diemaz juru bicara kelompok korban.

Baca:  Macet Panjang di Timur Polres Nganjuk

Menurut dia, sesuai dengan keterangan korban serta saksi mata di lokasi kejadian, ada lima petugas keamanan diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan, hingga mahasiswa FISIP semester 7 UB itu terkapar di lokasi kejadian Pemilu Raya BEM Universitas Brawijaya. “Dari puluhan satpam, ada 5 yang memukuli korban,” tutur dia. (surabayapost, edtr:Iwan Malang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *