Home » Gresik » Instansi & Dinas » Pemkab Gresik Dinilai Gagal Paham Menyusun Perubahan APBD

Pemkab Gresik Dinilai Gagal Paham Menyusun Perubahan APBD

Pemkab Gresik Dinilai Gagal Paham Menyusun Perubahan APBD. DPRD Gresik menilai Bupati Sambari Halim Radianto dianggap ceroboh dalam perhitungan perubahan APBD 2016. Pasalnya, dalam anggaran tersebut tunjangan profesi guru dicoret, padahal tetap dimasukkan dalam target pendapatan.

“Kami minta bupati mengevaluasi lagi sektor DAK non fisik yakni tunjangan profesi guru pada P-APBD 2016. Kuatirnya bila tetap dimasukkan akan berdampak pada P-APBD,” kata anggota DPRD Gresik dari F-PAN, M.Reban, Rabu (14/09/2016).

Dalam nota keuangan P-APBD 2016, DAK untuk dana profesi tunjangan guru sebesar Rp209,231 miliar tetap menjadi target pendapatan. Padahal, jumlah tersebut sudah dikepras Kementrian Keuangan.

Semula, berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pembangunan Kementrian Keuangan Nomor S-379/PK/2016 tentang Penyampaian Informasi Kepada Daerah tentang Pemberhentian Penyaluran Dana Tunjangan Profesi Guru dan Tambahan Penghasilan 2016 ada pemotongan sebesar Rp94,194 miliar.

“Kalau sudah dipotong dan dipastikan tidak dicairkan, tidak usah menjadi target pendapatan. Ini kan sama dengan ceroboh, bisa-bisa P-APBD 2016 Gresik tidak disahkan gubernur,” tegas M.Reban.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik Mahin menyatakan, pihaknya menyerahkan persoalan itu kepada Bupati Sambari Halim Radianto. Sebab, pihaknya sudah memberitahukan kepada bupati tentang kondisi pencoretan DAK untuk dana tunjangan profesi guru.

“Kami pasrah menyerahkan sepenuhnya kepada bupati. Apapun keputusan bupati kami mengikutinya. Karena memang benar dana tunjangan profesi dicoret alias tidak cair,” tandasnya. [dny/but/beritajatim]

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *