Uncategorized

Pemprov Jatim Optimis Investasi Industri Susu Sapi Potensial

industri susu
airwashplus.co.uk

Gubernur Jatim Optimis dengan prospek investasi industri susu di jatim, produksi susu di Jatim saat ini sebesar 980 ton/hari. Jumlah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan Industri Susu (IPS) sebesar 900 ton/hari (328 ribu ton/tahun) atau sekitar 92 %. Sedangkan, sisanya yakni sebesar 80 ton/hari (29 ribu ton/tahun) atau sekitar 8% yang dikonsumsi langsung ke masyarakat serta dikirimkan ke luar Jatim seperti daerah DKI Jakarta, DIY dan Jawa Tengah.

Pemprov Jawa Timur memberi perhatian luar biasa dalam pengembangan produksi susu di Jatim. Di antaranya dengan terus melakukan pemenuhan terhadap kebutuhan susu, dan mendorong pengembangan empat Industri Susu untuk mengembangkan sayapnya. Jawa Timur mempunyaai empat IPS utama yakni PT. Nestle Indonesia, kemudian PT. Indolakto, PT. Greenfields dan PKIS Sekar Tanjung.

Baca:  Jumlah Penderita AIDS di banyuwangi Mencapai 1.608 Orang

Soekarwo Gubernur Jatim menyatakan jika kebutuhan itu dikonversikan dengan sapi perah impor, maka setara dengan 31.000 ekor sapi perah betina dewasa (dengan asumsi produksi rata-rata adalah 20 liter/ekor/hari). Ia mencontohkan, apabila dihitung dengan harga sapi perah impor saat ini berkisar antara Rp 40 juta/ekor, maka terdapat peluang investasi yang cukup besar untuk usaha agribisnis persusuan di Jatim berupa pengadaan sapi perah impor sebesar Rp 1,24 triliun. “Jika IPS yang ada di Jatim terus mengembangkan pabrik dan memperluas kapasitas produksi serta daya tampungnya, maka akan terdapat kekurangan pasokan jauh lebih besar diatas 620 ton/hari,” imbuhnya.

Soekarwo optimistis, prospek untuk investasi di bidang ternak sangat bagus jika dilakukan di Jatim. Pemprov Jatim terus berupaya memberikan akses modal, bantuan teknik asisten atau meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta menyambungkan tentang pasar susu dengan perusahan pengolahan susu seperti PT. Nestle, dan PT Indolakto.

Baca:  KUA Jember kehabisan Stok Buku Nikah

Dalam kesempatan tersebut Pakde Karwo juga meninjau pasar ternak hewan Nongkojajar, memberikan bantuan kepada SDN Nongkojajar I, SMP dan SMA ISLAM Yakin Nongkojajar, meresmikan Masjid Al-Hidayah sekaligus menyerahkan dana pembangunan wilayah kepada 12 Kepala Desa Se-Kab Pasuruan. Kemudian, dilanjutkan meninjau Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan.

Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan industri susu sapi, Pemprov Jawa Timur tahun ini mendatangkan sebanyak 29 ribu ekor sapi perah Jatim dari Australia. Total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 870 miliar atau harga per ekornya sekitar Rp 30 juta.(SP/ edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman