Ekonomi Gresik

Pemuda Lumpur Hentikan Pipanisasi PT. Sadikun

Pemuda Lumpur Hentikan Pipanisasi PT. Sadikun. Puluhan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, menghentikan proyek penanaman pipa gas milik PT Sadikun. Pipanisasi yang ditanam di sepanjang Jl RE Martadinata terpaksa dihentikan karena warga terganggu dan mempersoalkan legalitasnya.

Warga Lumpur yang dimotori Pemuda Arek Lumpur (PAL) menghentikan para pekerja pipa. Mereka meminta para pekerja untuk tidak melanjutkan penanaman pipa. Selain melarang, kayu penyangga pemasangan pipa berdiamter 25 sentimeter dibakar. Sehingga, para pekerja tidak bisa melakukan aktifitas.

“Kami ingin dilakukan sosialisasi kepada warga. Jangan langsung ditanam. Sementara warga tidak mengerti. Padahal, pipa yang ditanam itu pipa yang tingkat bahayanya cukup tinggi, karena dipakai mengalirkan gas,” ujar Khilmi, Ketua PAL Gresik.

Baca:  Hotel Novotel Gresik dan Ibis Segera Hadir di Gresik

Selanjutnya mereka meminta Kepala Kelurahan Lumpur Loekmasono memanggil pihak PT Sadikun untuk diajak rembuk dengan warga. Lagi-lagi rembuk warga yang dikakukan Balai Pesusukan, Lumpur deadlock.

Sebab, manajemen PT Sadikun hanya mengirimkan tenaga teknis. Selain itu, pihak BLH Gresik, Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM) serta Satpol PP juga tidak hadir. “Percuma dilakukan pertemuan, akhirnya semua tidak bisa menjawab. Kami tetap menolak dilakukan pembangunan sebelum ada kompensasi untuk warga,” teriak Khilmi.

Aksi warag Lumpur juga mendapat dukungan LSM Forum Kota. Al Ushudy dari LSM Forkot yanh juga hadir memperkirakan, bila kegiatan
penanaman pipa gas PT Sadikun melanggar ketentuan. Karena tidak dilengkapi amdal serta UPL-UKL. Buktinya, warga Lumpur belum pernah diajak rembuk atau sosialisasi.

Baca:  Konsumen Merasa Tertipu Apartemen Grand Sahala Gresik

“Andai ada amdal maupun UPLUKL, pasti manajemen tidak kesulitan saat saya meminta bukti. Nyatanya, mereka mengembalikan ke PT Sadikun. Makanya, penanaman pipa gas itu harus dihentikan,” pinta Al Ushudy. Sayangnya Kapala BLH mau pun BPPM Gresik belum bisa dikonfirmasi.

Namun, Lurah Lumpur, Loekmasono menyatakan, pihaknya tidak mengetahui terkait amdal maupun UPL-UKL. Hanya dirinya mengharapkan
tetap dapat mengahadirkan manajemen PT Sadikun, karena tidak ingin warganya bergejolak.

“Kami betanggungjawab menghadirkan PT Sadikun. Sehingga di Lumpur tidak ada gejolak lagi,” Loekmasono. Penanaman pipa gas PT Sadikun
dilakukan sejak setahun lalu. Pipa dibangun dari Jalan Amak Kasim Sidorukun Kecamtan Gresik sampai kawasan industri maspion (KIM) di Manyar. Sebagian sudah diilakukan dan saat ini pembangunan melintasi Jalan RE Martadinata Lumpur.(fir/ris/radargreik/radarsby.com/jpnn)

Baca:  Aktifitas Perahu Tambangan di Gresik di Hentikan Sementara

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman