Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Pemuda Lumpur Protes Sosialisasi AMDAL Petrokimia Gresik
sosialisasi amdal petrokimia gresik

Pemuda Lumpur Protes Sosialisasi AMDAL Petrokimia Gresik

sosialisasi amdal petrokimia gresik
foto:gresiksatu

Pemuda Lumpur Protes Sosialisasi AMDAL Petrokimia Gresik. PT Petrokimia Gresik berencana memperluas pembangunan dermaga pelabuhan, kemarin. Sebelum dikerjakan, BUMN pupuk ini menggelar sosialisasi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Acara tersebut sempat diwarnai protes puluhan pemuda dari Persatuan Arek Lumpur (PAL) dan Generasi Muda Nelayan Lumpur (GMNL).

Bahkan, mereka sempat memaksakan diri masuk ke arena sosialisasi di Wisma Kebomas, Komplek Perumahan Petrokimia Gresik, tetapi ditolak. Puncak kekesalannya, mereka berorasi di arena sosialisasi yang hanya dihadiri tokoh masyarakat di ring satu Petrokimia Gresik. Intinya, PAL dan GMNL mereka menolak sosialisasi yang selalu dijadikan legalisasi Amdal.

“Kami ini bagian dari pemuda Lumpur. Harusnya kami diperbolehkan, karena sosialisasi Amdal pelebaran pelabuhan adalah ruang public. Tetapi kami ditolak dengan alasan yang tidak jelas. Kami protes cara-cara yang dilakukan panitia,” ujar Hilmi Fahruddin, perwakilan para pemuda dengan nada tinggi, Selasa (12/2).

Baca:  Menyengsarakan Pengguna, Jembatan Sembayat Selesai Akhir November

Untuk sosialisasi ini, Petrokimia Gresik menggandeng PT Adi Banuwa Surabaya sebagai konsultan Amdal Pengembangan Pelabuhan DUKS PT. Perluasan pelabuhan bakal digunakan sebagai kawasan bongkar muat dan Uprating Instalasi Penjernian Air (IPA) Gunungsari PT Petrokimia Gresik.

Kabag Infokom Humas PT Petrokimia Gresik menjelaskan, pembangunan Instalasi Penjernian Air (IPA) dilakukan sepanjang 22 kilometer. Itu dimulai dari Kali Surabaya di Gunungsari, Surabaya menuju pabrik ke PT Petrokimia Gresik di Kecamatan Gresik. Dengan pembangunan IPA,
Petrokimia Gresik mentagerkan ada peningkatan kapasitas air dari 730 meterkubik perdetik menjadi 3.800 meterkubik perdetik.

Camat Kebomas, Abdul Hakam mengatakan, pihaknya tidak ingin setelah dilakukan sosialisasi ada pihak yang protes terhadap pelaksanaan Amdal dua proyek tersebut. Karena hal itu akan menimbulkan persoalan baru. “Sosialisasi hingga pembuatan Amdal harus melibatkan semua komponen masyarakat yang berada di wilayah dua proyek tersebut. Khususnya para pemuda. Sebab, bila ada yang tertinggal, kami kahawatir akan menimbulkan masalah baru” kata Hakam.(Source: gresiksatu/Radar Gresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *