Home » Unik dan Aneh » Penasaran Siapa Yang Gambar Kaleng Khong Guan? Ini Orangnya

Penasaran Siapa Yang Gambar Kaleng Khong Guan? Ini Orangnya

Boleh dikata Biskuit Khong Guan merupakan salah satu legenda makanan di Indonesia. Kaleng ini akan sangat mudah ditemukan di atas meja terutama saat Ramadhan. Entah itu, dipakai untuk mengisi kerupuk, rengginang atau panganan lain.

Kaleng ini bahkan dikenal sebagai kaleng khas lebaran. Tentu karena desain kalengnya yang khas. Lantas siapakah sosok yang menggambar di kaleng tersebut?

Bernardus Prasodjo, seorang tukang gambar yang telah mendesain kaleng Khong Guan tersebut. Disebut sebagai tukang gambar karena dirinya bukanlah creative design.

“Dulu disebutnya sebagai Tukang Gambar, baru sekarang namanya dibikin keren, Creative Design,” kata Bernardus kepada Tempo, Selasa 9 Juni 2015.

penggambar-kaleng-Khong-guan

Sekira 40 tahun lalu, Bernardus diminta untuk mendesain kaleng Khong Guan. Waktu itu Bernardus bekerja di sebuah perusahaan sparasi warna di Jakarta. Perusahaan tersebut mendapat order untuk mengerjakan ilustrasi kaleng biskuit Khong Guan yang pertama kali muncul tahun 1971.

Bernardus mengakui tidak sepenuhnya gambar tersebut merupakan ide darinya. Pihak perusahaan juga memberikan beberapa saran untuk ilustrasi kaleng biskuit tersebut.

Baca:  Mesum di Mobil, Dipaksa Bugil di Parkiran

“Kalau ide dari saya, saya hanya menggambarkan kondisi keluarga saya. Waktu itu, saya telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak,” kata Bernardus.

Gambar Bernardus di kaleng Khong Guan tersebut terlihat menggambarkan sebuah keluarga harmonis. Seorang ibu dan dua orang anak yang tengah mengitari meja dan menikmati biskuit dan secangkir minuman.

Setelah berhasil menggambar untuk Khong Guan, Bernardus kembali dipercaya untuk menggambar kaleng Nissin Wafer dan produk Hero zaman dulu.

“Hasilnya lumayan, saya sudah lupa nominalnya yang jelas bayaran kala itu bisa untuk membeli rumah,” kata Bernardus.

Waw bayaran yang tinggi bukan? Tak heran jika Bernardus memilih untuk bekerja ketimbang meneruskan pendidikannya di Fakultas Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung. Ia hanya menjalani kuliah selama dua tahun.

Baca:  Gendeng!, Orang-orang Ini Naik Kereta Tanpa Celana

“Sudah terbiasa mendapatkan uang hasil kerja jadinya pendidikan terabaikan. Pikirnya dulu, toh selesai kuliah juga belum tentu dapat kerja,” kata Berbardus santai.

RINA ATMASARI – TEMPO

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *