Home » Gresik » Peristiwa » Penganiaya Bocah Tewas Diamuk Massa di Gresik

Penganiaya Bocah Tewas Diamuk Massa di Gresik

tahanan gresikSeorang pria yang diduga menderita kelainan jiwa tewas setelah dimassa warga Desa Belahan, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, Jumat (24/8) dini hari. Amuk massa dipicu karena sebelumnya korban menyekap dan menganiaya seorang bocah berumur 11 tahun.

Pelaku itu adalah Gunawi Jaya (31), pria dikenal warga setempat mengidap sakit jiwa 7 tahun belakang ini. Sementara bocah yang menjadi korban penyekapan adalah Bisri Achmad Walid (11), putra Remadi yang masih tetangga pelaku.

Menurut Kasatreskrim Polres Gresik AKP Moh. Nur Hidayat, peristiwa penyekapan dan penganiayaan bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu dipicu tindakan beringas Gunawi. “Awalnya dia uring-uringan karena saudaranya menolak memberinya uang,” ungkap Hidayat.

Baca:  Izin Cairkan Uang 150 Juta, Istri Kades Sidojangkung Menganti Ditemukan Tewas di Hutan

Di saat marah itu tiba-tiba Gunawi masuk ke rumah Bisri, kemudian dia keluar rumah sambil menggendong anak ini. Selanjutnya, Bisri dibawa ke rumah milik Rohmadi (45) dan menyekapnya.

Warga yang melihat kejadian tersebut jadi khawatir karena pelaku juga membawa pisau. Kekhawatiran ini terbukti, karena kemudian pelaku terlihat menganiaya korbannya menggunakan pisau. Dua kali punggung Bisri ditusuk. Gunawi juga menusuk-nusuk tangan dan kaki Bisri meski tusukannya tidak cukup dalam. Upaya warga dan Remadi, ayah Bisri membujuk pelaku agar melepas Bisri tak digubris.

Karena berbagai cara sudah diupayakan tidak berhasil, warga yang khawatir pelaku akan semakin bertindak beringas lalu sepakat mengambil jalan kekerasan.

“Akhirnya warga berhasil membebaskan Bisri dan mengamankannya. Warga yang marah pun memukuli Gunawi,” lanjut mantan Kanit Harda Polrestabes Surabaya itu.

Baca:  Wow Kesenian Gresik Ini Hadir Dalam Pameran Seni Di London

Gunawi yang babak belur dan berdarah-darah akhirnya dibawa ke RS Anwar Medika Balong Bendo, Sidoarjo. Namun dalam perjalanan, Gunawi meninggal. Hidayat menerangkan jika Gunawi cukup lama menderita gangguan jiwa sejak 2008.

Menurut pengakuan para tetangga, Gunawi sudah 5 kali keluar masuk rumah sakit jiwa. Bila stresnya kumat, Gunawi memang sering menyandera para tetangganya sehingga menimbulkan keresahan warga.

“Pada tahun 2004, Gunawi pernah tersandung kasus. Saat itu dia ditahan dalam kasus perkosaan di Betiring, Desa Banjarsari, Cerme,” terang Hidayat.

Karena kasus itu telah menghilangkan nyawa seseorang, maka Hidayat tetap akan mengusutnya. Untuk sementara pihaknya akan memeriksa para warga sebagai saksi. “Namun keluarga Gunawi tidak ingin memperpanjang kasus ini. Mereka sudah mengikhlaskan kepergian Gunawi,” tandas Hidayat (sbypg/sp/did)

Baca:  Masih Banyak Perumahan Mangkrak di Gresik Selatan

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *