Home » Jawa Timur » Pengguna Speedy Instan Jatim Melesat
Master tukang, tutorial pertukangan

Pengguna Speedy Instan Jatim Melesat

speedy instanPengguna Speedy Instan Jatim Melesat. Baru tiga bulan diluncurkan di Jatim, Speedy instan keluaran PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sudah mencatat angka penjualan 20 ribu pengguna. Dari jumlah itu, 90 persennya adalah pengguna dari kelas bawah. Executive General Manager (EGM) Division Consumer Service (DCS) Telkom Area Timur, Iskriono Windiarjanto mengatakan, hasil penjualan yang dicatat selama tiga bulan itu cukup mengejutkan.

Apalagi ternyata produk Speedy Instan itu diminati oleh konsumen kelas bawah. “Capaian 20 ribu itu di luar target kami. Ternyata, konsumen kelas bawah juga serius ingin melek internet,” kata Iskriono disela peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN), kemarin (4/9).

Diakuinya, selama ini produk Speedy lebih mengarah ke kelas menengah ke atas. Padahal dalam perkembangannya, kalangan bawah pun ingin bersentuhan dengan internet untuk beragam kebutuhan. “Yang paling banyak menggunakan Speedy instan adalah anak sekolah. Cari tugas atau untuk mengerjakan PR (pekerjaan rumah),” lanjutnya.

Baca:  Disperindag Jatim Gagas Blue Print Kendalikan Inflasi

Capaian penjualan Speedy Instan selama tiga bulan yang relatif memuaskan itu, lanjut Iskriono, membuat Telkom optimistis hingga akhir tahun jumlah pengguna Speedy instan bisa menjadi dua kali lipat atau sekitar 40 ribu. Untuk memenuhi target itu, perusahaan telokomunikasi plat merah itu terus gencar melakukan penetrasi pasar. “Terutama ke konsumen kelas bawah.

Kita sampaikan kepada mereka bahwa internet itu sebenarnya murah. Jadi tidak usah takut-takut menggunakannya,” jelasnya. Iskriono menambahkan, Telkom Area Timur optimistis pelanggan Speedy hingga akhir tahun ini bisa menembus angka 1,2 juta atau naik sekitar 500 ribu dari posisi saat ini kisaran lebih 700 ribu. Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya minat dan besarnya potensi pasar koneksi internet yang kini mulai menyasar di masyarakat menengah bawah. (opi/hen/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *