Home » Bawean » Pengiriman Sembako ke Bawean Terhambat Cuaca Buruk
sembako bawean

Pengiriman Sembako ke Bawean Terhambat Cuaca Buruk

Pengiriman Sembako ke Bawean Terhambat Cuaca Buruk. Cuaca buruk di perairan Gresik dan sekitarnya mengancam distribusi sembako ke Pulau Bawean. Itu terjadi setelah Adminstrator Pelabuhan (Adpel) Gresik melarang pelayaran kapal penumpang dan kapal barang dibawah 1.000 GT, karena ombak tinggi. Larangan itu membuat arus bongkar muat barang di Pelabuhan Gresik tersendat.

Sejumlah kapal yang hendak berlayar ke Pulau Bawean memilih bersandar di Pelabuhan Gresik menunggu cuaca normal hingga waktu yang belum ditentukan. Sedikitnya 6 kapal barang tujuan Bawean hingga kemarin masih berada di dermaga pelabuhan rakyat (Pelra). Muatan sembako masih tertahan di dalam kapal Menurut Zainudin (40), ABK KM Fadli Indah, larangan berlayar dari Adpel dikeluarkan hingga Sabtu (6/7) mendatang.

Baca:  Menhub Ignasius Jonan Kunjungi Bandara Bawean

Itu membuat pasokan sembako yang akan dikirim ke Pulau Bawean terancam terhambat. Sebab, Zainudin melanjutkan, barang yang dimuat oleh kapalnya adalah pasokan sembako. “Kalau sampai Sabtu ini kami masih belum berlayar, maka bisa jadi kebutuhan pokok untuk bulan Ramadhan masyarakat Bawean akan terhambat juga,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan diperbolehkan berlayar kembali oleh Adpel Gresik. “Bisa jadi kemungkinannya lebih lama dari Sabtu kami baru boleh diizinkan berlayar,” keluhnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Nahkoda KM Express Bahari Yosis Pinunsada (50). Yosis menyatakan, seharusnya kapalnya sudah berlayar menuju ke Bawean hari ini. Namun, karena ada larangan dari Adpel Gresik, pihaknya menundanya hingga minggu depan. “Kami tidak tahu sampai kapan, semoga saja minggu depan segera reda,” harapnya.

Baca:  Kontroversi Dicabutnya Ijin Kapal Bawean Oleh Sambari

Penundaan itu membuat agen pelayaran KM Ekspres Bahari mengalami kerugian jutaan rupiah. Namun, dia hanya bisa pasrah terhadap kondisi itu. “Mau bagaimana lagi, daripada nanti celaka di laut, lebih baik patuh saja terhadap aturan,”ucapnya pasrah.

Kasi Kepelabuhanan Adpel Gresik Nanang Affandi membenarkan, pihaknya mengeluarkan larangan pelayaran akibat cuaca buruk. Sebab, saat ini kondisi gelombang di sekitar perairan Gresik memang sangat tinggi.

“Ketinggiannya mencapai 3,5 meter, dan anginnya mencapai 5 hingga 32 knot,” jelasnya. Mengenai kapan larangan itu akan dicabut, Nanang mengaku masih belum mengetahuinya. “Kita nanti akan pantau hari per harinya,”urainya.

Baca:  Calo Kapal Bawean Merajalela, Pemerintah Tak Berkutik Warga Dirugikan

Nanang meminta supaya para pengusaha kapal memahami kebijakan yang dikeluarkan oleh Adpel Gresik. “Karena ini semata-mata juga untuk keselamatan mereka sendiri,” pungkasnya. (jan/ris/ Sumber: Koran Radar Gresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *