Uncategorized

Penjarahan Hutan Massal di Tuban 3 Pelaku Ditembak

penjarahan hutan tubanPenjarahan Hutan Massal di Tuban 3 Pelaku Ditembak. Pelaku penjarahan kayu jati di hutan petak 8 A Perhutani RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan ditembak petugas, Minggu (06/10/2013) pagi. Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan peristiwa ini bermula saat pukul 06.30 WIB, sekitar 250 penjarah memasuki hutan, dan menebang 26 pohon yang berusia 60 tahun tersebut.

Tidak berselang lama petugas gabungan mendatangi lokasi penjarahan. Setelah dilokasi para penjarahan petugas sempat diberi peringatan lisan namun tetap tidak dihiraukan. Hingga diberi tembakan peringatan keudara dan ketanah, tetap saja tidak bergeming. Akhirnya tindakan tegas dilakukan dengan menembaknya.

Akibatnya, 3 blandong terkapar ditembak petugas. Yakni Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), ketiganya warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Mereka dilarikan ke RSUD Dr R Koesma Tuban untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca:  Alasan Mahasiswi Menjadi Ayam Kampus dari Aspek Sosiologi

Kapolres Tuban,AKBP Ucu Kuspriyadi saat dikonfirmnasi di Maposek Montong mengatakan menegaskan pihaknya sudah melumpuhkan 3 tersangka yang juga sebelumnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ”kita amankan 3 tersangka, selain itu ke 3nya juga DPO kasus penganiayaan terhadap petugas perhutani 1 tahun yang lalu. Kalau yang Parto Sukiran ini sudah lama lebih 1 tahun,“ jelasnya.

Saat ditanya 4 blandong lain yang tertembak dan tidak diamankan, Kapolres tidak membantahnya. Namun dia tidak dapat memastikan kondisi mereka. “modus mereka memang selalu mencari kelengahan petugas. Sementara itu kita fokus pada tersangka yang tertangkap dulu. Untuk tersangka lainnya kita akan tindak lanjut,” tegas Kapolres.

Pasca penembakan penjarah hutan, Minggu (06/07/2013), sedikitnya 90 personil gabungan dari Satbrimob Polda Jatim dan Dalmas Polres Tuban disiagakan untuk menjaga sekitar hutan petak 8A, RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan.

Pasca Penjarahan Polisi Siaga Penuh

Terdiri dari 2 pleton atau 60 personil anggota Brimob dan 1 pleton atau 30 anggota Dalmas Shabara Polres Tuban. Seluruh anggota disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi adanya kerawanan penjarahan kayu jati.

Baca:  Angota Polisi Dan TNI Bojonegoro Dicurigai Terlibat Illegal Drilling Di Sumur Tua

Pengamanan akan dibagi menjadi 3 pos. Yakni pos yang terletak di PTM 04, yaitu bagian persimpangan petak 8A hutan setempat. Sebanyak 1 pleton gabungan atau 30 anggota disiagakan dilokasi yang sebelumnya dipergunakan untuk menyandera 4 petugas dari perhutani itu. Untuk pos ke 2 berada di kantor RPH Guwoterus. Di pos penjagaan ini sedikitnya 30 personil gabungan kepolisian dan petugas perhutani. Dan untuk pos 3 disiagakan di Mapolsek Montong.

Kapolres Tuban, AKBP Usu Kuspriyadi saat dikonfirmasi di Mapolsek Montong, Minggu (06/10/2013) mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menyiagakan personilnya. “Pergantiannya akan terjadwal. Kita hanya antisipasi adanya serangan susulan,” ungkapnya. (han/seputartuban)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman