Home » Bawean » Penyelesaian Lapter Bawean Kembali Meleset dari Jadwal
lapter bawean
foto:viva.co.id

Penyelesaian Lapter Bawean Kembali Meleset dari Jadwal

lapter bawean
foto:viva.co.id

Lapter BaweanLapangan terbang Bawean yang digadang-gadang bisa menjadi solusi keruwetan transportasi dari Gresik ke Bawean ataupun sebaliknya agaknya gagal memenuhi ekspektasi publik. Sebab pembangunannya tak kunjung selesai, target penyelesaian yang awalnya ditetapkan akhir tahun 2012 bakat meleset.

Saat ini, menjelang pergantian tahun kondisi lapter Bawean masih belum layak pakai sebab masih dalam proses finishing. Anggota Komisi B DPRD Gresik Akhwan menjelaskan, proses penyelesaian lapter diperkirakan molor hingga tahun depan. Kegiatan yang dilakuan Pemkab Gresik masih berkutat pada pembebasan lahan Lapter Bawean.

Peristiwa molornya pembangunan lapter Bawean memang bukan yang pertama kali, melesetnya jadwal penyelesaian Lapter Bawean sudah terjadi bertahun-tahun lalu. Proyek lapter Bawean dimulai 2006 dengan pembebasan lahan. Target lapter selesai 2007 meleset, begitu pula tahun 2009.

Baca:  Bupati Gresik Meraih K3 Award nasional

Akhirnya pembangunan lapter Bawean di jadwal ulang dan ditargetkan tuntas dan mulai beroperasi 2012. Menurut Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, dengan selesainya lapter Bawean nanti, Pulau Bawean yang berjarak 81 mil laut dari Gresik bisa dijangkau moda transportasi udara dengan penerbangan perintis.

Lebih lanjut Ahkwan menambahkan, selama ini Bawean hanya bisa dijangkau dengan kapal motor penumpang. Sehingga pelayaran sering terhenti saat ombak besar dan cuaca buruk. Akibatnya, warga Bawean sering tertahan di Gresik, dan pasokan barang ke Bawean tersendat berhari-hari.

Selain meningkatkan ekonomi, diharapkan potensi wisata Bawean juga terangkat. Adapun potensi wisata yang bisa dijual diantaranya Danau Kastoba, pasir putihnya yang benar-benar putih dan lobster yang besar.

Tanpa adanya lapter Bawean dan sarana transportasi yang memadai, sulit membangun pulau Bawean dari segi Pariwisata. Sebab pengunjung dan turis akan kesulitan akses jika terjadi gelomabng tinggi. Selain itu, kecepatan dan kenyamanan akses transportasi akan menjadi pertimbangan utama pengunjung untuk datang ke Pulau Bawean.

Baca:  Bupati Gresik Janji Beli Kapal Untuk Bawean Tahun 2013

M Amin, warga Desa Sukaoneng Kecamatan Tambak berharap proyek lapter Bawean benar-benar selesai sesuai target. Sebab banyak warga Bawean di Malaysia, Singapura, dan Australia, sering tertahan cuaca buruk dan terlambat saat hendak kembali ke tempat kerja.

Jika menggunakan kapal cepat Gresik Bawean bisa ditempuh dalam waktu tiga jam. Sayangnya kapal sering tidak beroperasi bila gelombang mencapai 3 meter karena membahayakan penumpang. Pas cuaca buruk warga bisa tertahan sepekan. “Kalau lapter selesai dan beroperasi, dengan pesawat perintis perjalanan lebih cepat. Apalagi dengan harga tiket terjangkau,” tutur Amin. (radargresik/kompas.com, edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *