Home » Uncategorized » Penyidikan Korupsi Laboratorium Unej Dihentikan

Penyidikan Korupsi Laboratorium Unej Dihentikan

korupsi unejPenyidikan Korupsi Laboratorium Unej Dihentikan. Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, menghentikan penyidikan kasus dugaan penyimpangan pengadaan peralatan laboratorium di Fakultas Farmasi Universitas Jember (Unej), karena kurang bukti.

“Kasus pengadaan alat laboratorium Fakultas Farmasi Unej dihentikan dan Kepala Kejari Jember telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus itu,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Hambaliyanto, Selasa.

Menurut dia, kasus tersebut dihentikan sejak 30 November 2013 karena kurang bukti dan tidak ada pihak yang dirugikan, termasuk negara karena alat yang dibeli ternyata tidak rusak dan tidak menyalahi spesifikasi. “Pihak Universitas Jember juga tidak ada yang diuntungkan dalam kasus itu,” ungkapnya.

Baca:  PT Wilmar Nabati Indonesia Berikan CSR ke SDN Indro Gresik

Ia menjelaskan jaksa menghentikan kasus itu setelah melakukan serangkaian penyidikan, termasuk mendatangkan dua saksi ahli yakni ahli yang mengetahui spesifikasi peralatan dan orang yang ahli komputer. “Meskipun sudah SP3, tidak menutup kemungkinan kalau kasusnya dibuka lagi kalau memang ada bukti yang mengarah ke dugaan korupsi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejari Jember membidik proyek pengadaan peralatan laboratorium Fakultas Farmasi Unej senilai Rp39 miliar pada tahun 2012. Namun, setelah dilakukan penyelidikan hanya dua alat laboratorium yang dianggap menyimpang karena tidak dapat dioperasikan yakni satu alat seharga Rp1,1 miliar dan satunya lagi Rp900 juta.

Barang tersebut dari luar negeri yang digunakan untuk praktik pembuatan bungkus kapsul dan tablet, sedangkan alat satunya lagi digunakan sebagai penghitung racikan obat. “Alat yang awalnya tidak bisa beroperasi itu sudah bisa digunakan,” tuturnya.

Orang yang diduga terlibat dalam proyek tersebut masih sebatas sebagai saksi antara lain mantan Pembantu Rektor II selaku Pejabat Pembuat Komitmen Jani Januar, Direktur CV Garuda Sakti Bambang, sejumlah orang dari Panitia Penerima Barang dan beberapa “supplier” alat yang bekerja sama dengan CV Garuda Sakti.

Baca:  Pemerintah akan Resmikan KA Ekonomi AC Merak - Madiun

Hambaliyanto mengemukakan SP3 kasus pengadaan alat laboratorium Farmasi Unej merupakann SP3 kedua di tahun 2013 yang dilakukan pihak Kejari Jember, sebelumnya jaksa juga menghentikan penyidikan dugaan korupsi bedah rumah di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jember karena tuduhan kasus itu “error in persona” atau salah orang yang dituduh.(*antara)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *