Wisata Gresik

Perayaan Tahun Baru Imlek di Gresik

imlek di gresik
foto:YUDI DA/RADAR GRESIK

Perayaan Tahun Baru Imlek di Gresik memang tak semeriah di kota-kota lainnya seperti di Surabaya. Kendati demikian, warga Tionghoa di Gresik tak ingin ketinggalan untuk merayakannya. Pernak-pernik Imlek yang identik dengan warna merah dan emas, pementasan kesenian tradisional warga Tionghoa, serta kembang api menjadi pengiring perayaan Imlek yang khas setiap tahunnya.

Namun suasana seperti itu sulit ditemukandi Gresik. Perayaan Imlek di Gresik tampak tenang, dan jauh dari hingar-bingar seperti di kota lain. Tapi bukan berarti di Gresik tidak ada perayaan Imlek sama sekali. Aktivitas dalam menyambut Imlek masih dapat kita jumpai di Klenteng Kim Hin Kiong, yang terletak di Jl Dr Setiabudi Kelurahan Pulo Pancikan Kecamatan Kota.

Baca:  Gresik Kota Lama Antara Kuliner dan Kejayaan Masa Lalu

Di klenteng yang berusia 373 tahun itu, mulai terlihat aktivitas persiapan menyambut perayaan Imlek di Gresik sejak Selasa (5/2) lalu. Mulai dari ritual pembersihan lingkungan klenteng, hingga pemandian Kim Sin atau patung dewa-dewi. Tidak hanya itu, di bagian teras klenteng terlihat aktivitas pembakaran uang dewa sebagai bentuk persembahan.

Sedangkan, di depan klenteng atau di ruas jalan yang menghubungkan klenteng dengan jalan utama, beberap aorang tampak sibuk memasang spanduk. Berisi tulisan ucapan peringatan hari raya Imlek. Di Klenteng Kim Hin Kiong ini dipastikan tidak akan pementasan kesenian tradisional Tionghoa seperti barongsai, ataupun wayang potehi.

Baca:  Cak dan Yuk Gresik Malam Ini Adu Nyali dan Kemampuan

Ketua Klenteng Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo (55) mengatakan, setiap tahun klenteng itu memang sepi dari hingar bingar perayaan Imlek di Gresik. Ini disebabkan oleh minimnya umat yang datang ke klenteng. Selain itu, pengelola klenteng tersebut juga menginginkan mereka yang datang sembahyang keklenteng itu merasakan suasana yang khusyuk.

“Nah, kalau khusyuk itu kan membutuhan ketenangan,” ujarnya. Sedangkan, warga sekitar klenteng selama ini mengaku tidak terganggu aktivitas klenteng itu ketika perayaan Imlek di Gresik telah tiba. Suyatno (43) salah seorang warga Kelurahan Pulo Pancikan mengatakan, warga tidak pernah mempersalahkan aktivitas klenteng itu. “Karena warga di sini rasa toleransinya tinggi,”ungkapnya.

Bahkan, warga juga ikut menikmati apabila klenteng itu mengadakan beberapa kegiatan seperti wayang potehi. “Jadi kalau misalnya lagi ada wayang potehi waktu klentengnya ulang tahun, saya sama anak-anak saya juga ikut nonton,”paparnya saat ditanya perayaan Imlek di Gresik. (jan/rtn/Radar Gresik/ Radarsby.com)

Baca:  Pencak Bawean Yang Terpinggirkan

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman