Pendidikan Gresik

Perbaikan Kompetensi Guru

Perbaikan mutu guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah menjadi prioritas karena saat ini kualitasnya tergolong rendah. Upaya perbaikan dilakukan mulai dari pendidikan calon guru, perekrutan, hingga pendidikan dan pelatihan guru-guru yang sudah ada.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hal itu dalam seminar pendidikan yang diselenggarakan Kompas bertajuk ”Menggugat Praksis Pendidikan, Bagaimana?” dan peluncuran Yayasan Nusa Membaca, di Jakarta, Senin (23/4).

Tampil sebagai pembicara lain dalam seminar itu adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef, mantan Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Paul Suparno SJ, dan Puspita Zorawar.

Nuh mengatakan, dari hasil uji kompetensi awal, kualitas pendidik secara umum belum menggembirakan. Dari hasil uji kompetensi awal terhadap 281.016 guru TK hingga SMA/SMK, nilai rata-rata nasionalnya 42,25. Hasil pengawas sekolah justru lebih rendah.

Baca:  Mengenaskan!, Gaji Guru Honorer Gresik Cuma 10% dari Gaji Buruh

Nuh mengibaratkan, kondisi pendidik saat ini seperti air dalam gelas yang keruh. Agar air menjadi jernih, secara perlahan- lahan gelas diisi air jernih sehingga secara bertahap air dalam gelas tak keruh lagi.

Nuh mengatakan, untuk meningkatkan kualitas guru, dilakukan berbagai cara. Selain meningkatkan kesejahteraan guru, pola perekrutan, pendidikan, dan pelatihan guru juga sedang diperbaiki. Mulai tahun 2012, misalnya, mahasiswa baru yang diterima di lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan ditawari untuk ikut tes khusus menjadi calon guru dan biaya pendidikan ditanggung pemerintah. ”Perbaikan kualitas guru harus dimulai dari proses rekrutmen yang benar,” kata Nuh.

Paul Suparno mengatakan, saat ini para guru lebih menekankan kemampuan kognitif atau melihat angka. ”Ini terjadi karena filosofi pendidikan negara ini belum jelas,” katanya.

Baca:  Pungli SMPN 4 Gresik, Orang Tuan Belum Terima Pengembalian

Daoed mengatakan, dalam penyelenggaraan pendidikan, pemerintah mesti punya visi ke depan yang digagas secara proaktif, bukan reaktif. ”Pemerintah perlu mencari paradigma baru pendidikan bangsa. Dalam kebijakan pendidikan, pemerintah mesti bisa berpikir lebih dulu dari zamannya,” ujarnya. (ELN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman